GUS MENTERI BEBERKAN PROGRES BLT DD KEPADA KOMISIONER KPK

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), Abdul Halim Iskandar membeberkan progres penyaluran BLT Dana Desa dalam acara Transpransi BLT Dana Desa dan Reformasi Birokrasi di Jakarta, Kamis (09/07/2020)

JAKARTA – Dengan gamblang, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), Abdul Halim Iskandar membeberkan progres penyaluran BLT Dana Desa dihadapan para pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),
dalam acara Transpransi BLT Dana Desa dan Reformasi Birokrasi di Jakarta, Kamis (09/07/2020).

Hadir dalam forum tersebut pimpinan KPK yakni Nawawi Pomolango, Nurul Ghufron dan Lili Pintauli Siregar. Sedangkan Gus Menteri didampingi langsung oleh Wakilnya Budi Arie Setiadi, Sekjennya Anwar Sanusi dan jajaran lainnya.

Orang nomor Wahid di Kementrian desa yang disapa Gus Menteri ini mengungkapkan, terhitung dari awal pandemi Covid-19 hingga 8 Juli 2020 sudah ada sekitar 74.865 desa yang telah menerima dana desa atau 99% dari total 74.953 desa di seluruh Indonesia.

“Kenapa belum 100%, karena masih ada beberapa desa yang secara administrasi tidak terselesaikan, masih diblokir oleh Kemendagri terkait beberapa masalah tahun lalu dan sampai sekarang belum dibuka blokirnya,” ucap Gus Menteri .

Sementara desa yang telah menetapkan calon Keluarga Penerima Manfaat (KPM) BLT Dana Desa melalui musdes khusus suda ada 74.753 desa, sedangkan yang sudah menyalurkan ada 72.599 desa atau 97% dari total 74.865 desa yang ada.

Adapun warga desa yang menerima BLT Dana Desa ada 7.742.176 KK dengan rincian 2.400.075 janda atau yang disebut perempuan kepala keluarga (PEKKA), kemudian 283.644 warga yang menderita penyakit kronis dan menahun.

Hingga saat ini total Dana Desa yang telah digunakan untuk BLT Dana Desa Rp 4.645.305.600.000 dengan rincian sebanyak 6.813.115 KK belakang petani dan buruh tani,315.028 nelayan dan buruh nelayan, 315.028, 156.954 buruh pabrik, 62.734 guru dan 394.345 pedagang serta UMKM.

“Ini sudah masuk semua by name by address . Semuanya nanti akan dikirim ke Kementerian Sosial, sebagai kementerian yang punya tanggung jawab langsung terhadap jaring pengaman sosial,” Tegas Gus Menteri.(Red).

TERKAIT BLT DANA DESA, KPK APRESIASI KEMENDESA

Menteri Desa Abdul Halim Iskandar membeberkan progres penyaluran BLT Dana Desa kepada KPK
Kamis (09/07/2020)

JAKARTA – Kamis (09/07/2020) Komisi Pemerantasan Korupsi (KPK) menyambangi Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDTT), dalam rangka mendengar paparan soal progres penyaluran BLT Dana Desa selama pandemi Covid-19.

Komisioner KPK, Nawawi Pomalongo, menyampaikan kepada Bapak Menteri dan jajaran, bahwa kehadirannya di Kantor Kemendes PDTT sesuai dengan fungsi tugas-tugas pencegahan dan koordinasi,” ungkap Komisioner KPK, Nawawi Pomalongo ,

Nawawi juga menyampaikan bahwa , kehadiran Pimpinan KPK tersebut dalam rangka menjalankan tugas koordinasi dengan Kemendes selaku lembaga pemerintah yang saat ini bertanggung jawab soal penyaluran BLT Dana Desa untuk warga yang terdampak Covid-19.

Nawawi yang didampingi pimpinan KPK lainnya yakni Nurul Ghufron dan Lili Pintauli Siregar mengapresiasi langkah Kemendes PDTT dalam menyalurkan BLT Dana Desa sekaligus karena dilengkapi dengan sata yang detail perihal progres maupun latar belakang penerima BLT Dana Desa.

“Sekarang KPK di sini, kami ingin kita berjalan bersama-sama. Ini jalannya masih ada di rel yang kita sepakati bersama menurut regulasi yang ada,” kata Nawawi.

Sebelumnya, Menteri Desa Abdul Halim Iskandar membeberkan progres penyaluran BLT Dana Desa. Terhitung dari awal pandemi Covid-19 hingga 8 Juli 2020 sudah ada sekitar 74.865 desa yang telah menerima dana desa atau 99% dari total 74.953 desa di seluruh Indonesia.

“Kenapa belum 100%, karena masih ada beberapa desa yang secara administrasi tidak terselesaikan, masih diblokir oleh Kemendagri terkait beberapa masalah tahun lalu dan sampai sekarang belum dibuka blokirnya,” kata Oarang Nomor Wahid di Kemendes ini.

Sementara desa yang telah menetapkan calon Keluarga Penerima Manfaat (KPM) BLT Dana Desa melalui musdes khusus suda ada 74.753 desa, sedangkan yang sudah menyalurkan ada 72.599 desa atau 97% dari total 74.865 desa yang ada.

Adapun warga desa yang menerima BLT Dana Desa ada 7.742.176 KK dengan rincian 2.400.075 janda atau yang disebut perempuan kepala keluarga (PEKKA), kemudian 283.644 warga yang menderita penyakit kronis dan menahun.

Hingga saat ini total Dana Desa yang telah digunakan untuk BLT Dana Desa Rp 4.645.305.600.000 dengan rincian sebanyak 6.813.115 KK belakang petani dan buruh tani,315.028 nelayan dan buruh nelayan, 315.028, 156.954 buruh pabrik, 62.734 guru dan 394.345 pedagang serta UMKM.

“Ini sudah masuk semua by name by address Semuanya nanti akan dikirim ke Kementerian Sosial, sebagai kementerian yang punya tanggung jawab langsung terhadap jaring pengaman sosial,” pungkasnya.Terang Gus Menteri.(red)

di masa pandemi 10.629 BUMDes masih beraktifitas

JAKARTA – “Alhamdulillah selama Covid-19, mulai bulan Maret, April dan seterusnya ternyata masih 10.629 BUMDes masih beraktifitas melakukan transaksi,” Terang Gus Menteri saat konferensi pers virtual soal registrasi BUMDes, Rabu (08/07/2020).

Abdul Halim atau yang akrab disapa Gus Menteri menjelaskan, dengan adanya BUMDes di 368 Kabupaten/Kota di 33 Provinsi masih beroperasi tersebut ekonomi pedesaan terbilang stabil.

Setidaknya masih ada puluhan ribu BUMDes yang masih beraktifitas atau melakukan transaksi selama masa pandemi Covid-19″ .Terangnya.

Puluhan ribu BUMDes tersebut bergerak di berbagai sektor unit usaha, mulai dari simpan pinjam, perdagangan, jasa pembayaran listrik, PAM Desa dan seterusnya. Adapun total transaksi selama kurun waktu tiga bulan terakhir mencapai Rp 308 miliar dengan total omset Rp 938 miliar.

Selain membantu ekonomi desa, puluhan ribu Bumdes yang masih bertahan beroperasi itu juga menyerap tenaga kerja. Jumlah pekerja yang masih bertahan selama Covid-19 di 10.629 BUMDes tersebut mencapai 58.026 orang.

“Itu artinya tiap-tiap BUMDes kurang lebih rata-rata masih mempekerjakan 5 orang. Dengan total transaksi dan omset segitu ini Insyaallah bagian dari ketahanan ekonomi desa melalui BUMDes,” kata mantan Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur .

Menghadapi situasi pandemi Covid-19 yang belum diketahui kapan berakhirnya seperti, Kemendes PDTT melakukan revitalisasi BUMDes. Semua BUMDes diminta melakukan registrasi ulang dan akan diberikan pendampingan khusus untuk menghadapi pandemi Covid-19.

Selaim pendampingan khusus, nantinya, BUMDes-BUMDes tersebut akan diberikan fasilitas menuju BUMDes digital dan fasilitas kerjasama dengan market place dan offtaker seperti pelatihan produksi penyesuaian dengan pasar dan beberapa fasilitas lainnya.

“Pada hakikatnya, kita ingin membawa BUMDes ini menuju BUMDes digital, jadi target jangka panjangnya kesana,” pungkas Orang Nomor Wahid di Kementrian Desa ini.(red).

SESUAI KRITERIA, 155 WARGA SINDANG GARUT DAPAT BLT DD

Kepala Dinas PMD,Bapak Drs.M.Zuriadi,MM bersama Camat Waylima,Bapak Sukur Saliak,MM, Korprov KPW II Lampung,Bapak Mashuri,SP, Kepala Desa Sindang Garut,Bapak Kasiyo menyerahkan BLT DD di balai Desa setempat (07/07/2020)

Sindang Garut– Pemerintah Desa Sindang Garut, Kecamatan Way Lima menyalurkan BLT Dana Desa  Balai desa setempat, Selasa (07/07/2020). Penyaluran BLT Dana Desa ini adalah penyaluran final dari 144 desa di Kabupaten Pesawaran.

Turut hadir dalam acara ini, Dinas PMD, KPW II Lampung, TAPM Pesawaran, Kepala Desa,Aparatur Desa, Pendamping Desa (PD) Pendamping Lokal Desa (PLD),Bhabinkamtibmas,dan Babinsa setempat.

Kepala Dinas  PMD, M.Zuriadi, Mewakili Bupati Pesawaran, menyampaikan bahwa Wabah Covid-19 ini telah melanda dunia, Indonesia bahkan berdampak pada kehidupan di Kabupaten Pesawaran. Bukan hanya dampak kesehatan dan  psikologis yang menyerang warga, tetapi juga dampak ekonomi masyarakat sudah mulai terasa saat ini.

“Komitmen Bupati Pesawaran dalam rangka mengurangi beban masyarakat akibat dampak covid-19 ini adalah penyaluran bantuan sosial dari beliau, termasuk penyaluran BLT Dana Desa yang  dilakukan pada 144 Desa se Kabupaten Pesawaran. Dan Alhamdulillah seluruh desa di Kabupaten Pesawaran sudah mennyalurkan  BLT Dana Desa. Ini adalah bentuk kerja nyata Bupati Pesawaran untuk masyarakat Pesawaran” .Jelasnya.

M.Zuriadi juga menyatakah, penyaluran BLT Dana Desa dilakukan dengan metode non tunai. KPM akan mendapatkan Buku Rekening dan ATM. Dengan non tunai, pemerintahan desa akan jauh dari  hal-hal yang tidak diinginkan terkait pelaksanaan BLT Dana desa ini.

“Dengan rekening  dipastikan hak KPM tidak akan dikurangi atau dipotong satu rupiah pun”.Ujar Zuriadi menegaskan.

Terkait KPM BLT Dana Desa, Zuriadi menyatakan bahwa KPM adakah bukan penerima manfaat dari bantuan sosial lainnya, dan proses pendataannya telah dilakukan serius oleh Tim Pendata di desa di bawah kendali  dari Kepala Desa.

 “ BLT Dana Desa ini sudah mempunyai syarat aturan dari pemerintah untuk memverifikasi data penerima, dan kepala desa kemudian melakukan musyawarah desa guna menghindari dobel pemanfaat dengan bantuan sosial lainnya,  dan musyawarah harus melibatkan BPD dan desa termasuk pemantauan yang dilakukan pihak Kecamatan untuk menghindari kecemburuan sosial di masyarakat,” Terangnya lagi. 

Sementara Kepala Desa Sindang Garut, Kasiyo, mengatakan, kegiatan penyaluran BLT Dana Desa kepada masyarakat yang terdampak Covid-19 sebanyak 155 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dengan kriteria sesuai dengan petunjuk dari Kementrian Desa yang kemudian dibahas dalam musyawarah desa (Musdes) bersama dengan Badan Pemusyawaratan Desa (BPD), di sahkan dengan Peraturan Kepala Desa dan di sahkan melalui surat Keputusan Bupati. Kemudian proses selanjutnya diserahkan ke BRI untuk pembuatan rekening KPM.

“ BLT Dana Desa ini di salurkan secara non tunai melalui rekening bank BRI penerima BLT-DD untuk 3 bulan berjumlah Rp.1.800.000 per KPM dengan total BLT-DD yang disalurkan kepada 155 KPM.Setiap KPM BLT Dana Desa ini akan menerima per bulan nya sebanyak Rp.600.000, dengan total Rp.1.800.000 per KK untuk tiga bulan” Terangnya lagi.

Kasiyo juga berharap agar bantuan ini bisa bermanfaat dan terutama bisa membantu mencukupi kebutuhan sehari-hari .

Mashuri, Koordinator Program KPW II Lampung yang turut hadir dalam kegiatan mengatakan, BLT Dana Desa tersebut senilai Rp 600 ribu per bulan untuk satu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) ini adalah berasal Dana Desa yang masuk pada pendapatan APBDes Desa.

“Bantuan tersebut diambil dari Dana Desa  yang awalnya digunakan pembangunan fisik dan kegiatan Pemberdayaan. Karena untuk kepentingan masyarakat, di masa wabah Covid 19 yang terdampak secara ekonomi, maka pemerintah desa menggeser belanja dalam APBDesnya menjadi BLT Dana Desa”. Jelasnya.

Sementara, Camat Way Lima, Syukur Saliak menghimbau agar bantuan yang diberikan untuk kebutuhan pangan keluarga. Meski jumlahnya tidak seberapa, tetapi harapannya dengan bantuan yang diterima setidaknya dapat meringankan beban di tengah pandemi Covid-19.

“Saya berharap kepada masyarakat, bantuan dampak Covid-19 ini digunakan bukan untuk pesta pora, namun untuk kebutuhan sehari-hari. Semoga bisa bermanfaat dan semoga Covid-19 cepat berakhir,” ucapnya.

Syukur juga menyampaikan pesan Bupati Pesawaran, Bapak Dendi Ramadhona, agar masyarakat senantiasa dapat mematuhi protokol kesehatan yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah Pusat, jangan sampai mengabaikan himbauan Pemerintah yang nantinya dapat berdampak menimbulkan keresahan untuk orang banyak. Biasakan melakukan perilaku hidup bersih dan sehat’ pakai masker ketika diluar rumah, pakai masker ketika bertemu dengan orang lain, jaga jarak dan selalu cuci tangan pakai sabun.(red)

280 JUTA DARI APBDES KUTO DALOM UNTUK 156 KPM

Prosesi Penyerahan BLT DD kepada masyarakat di desa Kuto Dalom Way Lima (03/07/2020)

Kuto Dalom– 156 warga Desa Kuto Dalom, Kecamatan Way Lima yang terdampak Covid-19, Jumat,(03/07/2020).mendapatkan BLT Dana Desa dari Pemerintahan desa setempat.

Hadir dalam acara ini Camat Waylima, Dinas PMD Pesawaran, BRI, BPD, Babinsa, Babinkantibmas dan TAPM, Pendamping Desa,dan Pendamping Lokal Desa.

Kepala Desa Kuto Dalom, Bahrain   menjelaskan, bahwa untuk menentukan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) BLT Dana Desa tersebut dilakukan dengan proses cukup panjang, Bahkan telah mengalami perubahan beberapa kali. Akhirnya ditetapkan 156 KPM dengan alokasi Dana BLT Dana Desa sebanyak Rp.280.800.000,- dari APBDes Desa Kuto Dalom.

 “Saya berharap dengan proses ini, KPM BLT benar-benar akurat, tepat sasaran dan tidak tumpeng tindih dengan program lain. Saya berikan wewenang penuh kepada Tim Pendata dan  Musyawarah Desa untuk memutuskannya”. Jelas Kades lagi.

Keterlambatan penyaluran BLT Dana Desa ini sepenuhnya adalah lambannya pembuatan rekening di BRI.

“Kami sudah lama menyampaikan data calon Keluarga Penerima Manfaat (KPM) BLT Dana Desa “. Ujar Bahrain .

Sementara Syukur Syaliak, Camat Way Lima menyampaikan bahwa penentuan KPM ini sudah melewati proses yang panjang. Salah satunya adalah menghindari terjadinya tumpang tindih dengan pemanfaat bantuan sosial lainnya.

“Penyaluran BLT Dana Desa kepada Keluarga Penerima Manfaat(KPM) dilakukan secara non Tunai.KPM mendapatkan buku rekening dan ATM dari BRI, sehingga pengambilannya tidak akan berdesak-desakan dan berbarengan. KPM tinggal memilih akan mengambil uangnya dimana dan kapan tanpa harus takut mengantri, sehingga bisa mematuhi pelaksanaan protokol kesehatan”. Terang syukur.

Senada dengan Camat Way Lima, Kepala Dinas  PMD, M.Zuriadi juga menyatakan, penyaluran BLT Dana Desa dilakukan dengan metode non tunai. Maka, KPM akan mendapatkan Buku Rekening dan ATM. Dengan non tunai, pemerintahan desa akan jauh dari  hal-hal yang tidak diinginkan terkait pelaksanaan BLT Dana desa ini.

“Dengan rekening  dipastikan hak KPM tidak akan dikurangi atau dipotong satu rupiah pun”.Ujar Zuriadi menegaskan.

Mewakili Bupati Pesawaran, Zuriadi menyampaikan bahwa Wabah Covid-19 ini telah melanda dunia, Indonesia bahkan berdampak pada kehidupan di Kabupaten Pesawaran. Bukan hanya dampak kesehatan dan  psikologis yang menyerang warga, tetapi juga dampak ekonomi masyarakat sdah mulai terasa saat ini.

“Bapak Bupati, Dendi Ramadhona mengapresiasi penyaluran BLT Dana Desa ini dan Beliau berpesan kepada masyarakat agar BLT Dana Desa ini dapat digunakan dengan sebaik-baiknya dalam memenuhi kebutuhan prioritas saat penyebaran penyakit menular Covid 19, dan dapat menghidupkan kembali roda perekonomian di desa.”. Terangnya lagi.

Zuriadi juga menyampaikan pesan Bupati Pesawaran, Bapak Dendi Ramadhona, agar masyarakat senantiasa dapat mematuhi protokol kesehatan yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah Pusat, jangan sampai mengabaikan himbauan Pemerintah yang nantinya dapat berdampak menimbulkan keresahan untuk orang banyak. Biasakan melakukan perilaku hidup bersih dan sehat’ pakai masker ketika diluar rumah, pakai masker ketika bertemu dengan orang lain, jaga jarak dan selalu cuci tangan pakai sabun.

“Semoga bantuan yang diberikan untuk kebutuhan pangan keluarga. Meski jumlahnya tidak seberapa, tetapi harapannya dengan bantuan yang diterima setidaknya dapat meringankan beban di tengah pandemic”, Harap Zuriadi lagi Covid-19. (red)

REKENING JADI, AKHIRNYA BLT DD DISERAHKAN KE WARGA

Kepala dinas PMd Pesawaran,Bapak M.Zuriadi,MH bersama Kepala Desa Padang Manis menyerahkan BLT DD ke warga setempat (02.07/2020)

Padang manis – Kepala Dinas  PMD, M.Zuriadi, Mewakili Bupati Pesawaran, menyampaikan bahwa Wabah Covid-19 ini telah melanda dunia, Indonesia bahkan berdampak pada kehidupan di Kabupaten Pesawaran. Bukan hanya dampak kesehatan dan  psikologis yang menyerang warga, tetapi juga dampak ekonomi masyarakat sdah mulai terasa saat ini.

Pernyataan ini disampaikan pada saat, 116 warga Desa Padang manis, Kecamatan Way Lima yang terdampak Covid-19, Kamis,(02/07/2020).mendapatkan BLT Dana Desa dari Pemerintahan desa setempat.

“Bapak Bupati, Dendi Ramadhona mengapresiasi penyaluran BLT Dana Desa ini dan Beliau berpesan kepada masyarakat agar BLT Dana Desa ini dapat digunakan dengan sebaik-baiknya dalam memenuhi kebutuhan prioritas saat penyebaran penyakit menular Covid 19, dan dapat menghidupkan kembali roda perekonomian di desa.”. Terangnya lagi.

M.Zuriadi juga menyatakah, penyaluran BLT Dana Desa dilakukan dengan metode non tunai. KPM akan mendapatkan Buku Rekening dan ATM. Dengan non tunai, pemerintahan desa akan jauh dari  hal-hal yang tidak diinginkan terkait pelaksanaan BLT Dana desa ini.

“Dengan rekening  dipastikan hak KPM tidak akan dikurangi atau dipotong satu rupiah pun”.Ujar Zuriadi menegaskan.

Zuriadi juga menyampaikan pesan Bupati Pesawaran, Bapak Dendi Ramadhona, agar masyarakat senantiasa dapat mematuhi protokol kesehatan yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah Pusat, jangan sampai mengabaikan himbauan Pemerintah yang nantinya dapat berdampak menimbulkan keresahan untuk orang banyak. Biasakan melakukan perilaku hidup bersih dan sehat’ pakai masker ketika diluar rumah, pakai masker ketika bertemu dengan orang lain, jaga jarak dan selalu cuci tangan pakai sabun.

Sementara, Camat Way Lima, Syukur saliak menghimbau agar bantuan yang diberikan untuk kebutuhan pangan keluarga. Meski jumlahnya tidak seberapa, tetapi harapannya dengan bantuan yang diterima setidaknya dapat meringankan beban di tengah pandemi Covid-19.

Kepala Desa Padang manis, Hendri Kurniawan  menjelaskan, bahwa untuk menentukan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) BLT Dana Desa tersebut dilakukan dengan proses cukup panjang, Bahkan telah mengalami perubahan beberapa kali.

 “Saya berharap dengan proses ini, KPM BLT benar-benar akurat, tepat sasaran dan tidak tumpeng tindih dengan program lain. Saya berikan wewenang penuh kepada Tim Pendata dan  Musyawarah Desa untuk memutuskannya”. Jelas Kades lagi.

Proses pendataan KPM BLT Dana Desa ini sudah lama dilakukan. Bahkan prosesnya cukup panjang. Keterlambatan penyaluran BLT Dana Desa ini sepenuhnya adalah lambannya pembuatan rekening.Desa sudah lama lama menyampaikan data calon Keluarga Penerima Manfaat (KPM) BLT Dana Desa.(Red)

BLT DD HARUS SAMPAI KE KPM TANPA POTONGAN

Kepala Dinas PMD,Bapak.M.zuriad,MH, Camat Way Lima,Bapak.Syukur syaliak,MM dan Kades Gunung Rejo, Bapak Susilo,BT menyalurkan BLT Dana Desa di balai desa setempat (01/07/2020)

Gunung Rejo – 123 warga Desa Gunung Rejo, Kecamatan Way Lima yang terdampak Covid-19, Rabu,(01/07/2020).mendapatkan BLT Dana Desa dari Pemerintahan desa setempat.

Kepala Desa Gunung Rejo, Susilo Budi   menjelaskan, bahwa untuk menentukan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) BLT Dana Desa tersebut dilakukan dengan proses cukup panjang, Bahkan telah mengalami perubahan beberapa kali.

 “Saya berharap dengan proses ini, KPM BLT benar-benar akurat, tepat sasaran dan tidak tumpeng tindih dengan program lain. Saya berikan wewenang penuh kepada Tim Pendata dan  Musyawarah Desa untuk memutuskannya”. Jelas Kades lagi.

Sementara, Camat Way Lima, Syukur saliak menghimbau agar bantuan yang diberikan untuk kebutuhan pangan keluarga. Meski jumlahnya tidak seberapa, tetapi harapannya dengan bantuan yang diterima setidaknya dapat meringankan beban di tengah pandemi Covid-19.

Sementara Kepala Dinas  PMD, M.Zuriadi, Mewakili Bupati Pesawaran, menyampaikan bahwa Wabah Covid-19 ini telah melanda dunia, Indonesia bahkan berdampak pada kehidupan di Kabupaten Pesawaran. Bukan hanya dampak kesehatan dan  psikologis yang menyerang warga, tetapi juga dampak ekonomi masyarakat sdah mulai terasa saat ini.

“Bapak Bupati, Dendi Ramadhona mengapresiasi penyaluran BLT Dana Desa ini dan Beliau berpesan kepada masyarakat agar BLT Dana Desa ini dapat digunakan dengan sebaik-baiknya dalam memenuhi kebutuhan prioritas saat penyebaran penyakit menular Covid 19, dan dapat menghidupkan kembali roda perekonomian di desa.”. Terangnya lagi.

M.Zuriadi juga menyatakah, penyaluran BLT Dana Desa dilakukan dengan metode non tunai. KPM akan mendapatkan Buku Rekening dan ATM. Dengan non tunai, pemerintahan desa akan jauh dari  hal-hal yang tidak diinginkan terkait pelaksanaan BLT Dana desa ini.

“Dengan rekening  dipastikan hak KPM tidak akan dikurangi atau dipotong satu rupiah pun”.Ujar Zuriadi menegaskan.

Kadis PMD juga menyampaikan pesan Bupati Pesawaran, Bapak Dendi Ramadhona, agar masyarakat senantiasa dapat mematuhi protokol kesehatan yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah Pusat, jangan sampai mengabaikan himbauan Pemerintah yang nantinya dapat berdampak menimbulkan keresahan untuk orang banyak. Biasakan melakukan perilaku hidup bersih dan sehat’ pakai masker ketika diluar rumah, pakai masker ketika bertemu dengan orang lain, jaga jarak dan selalu cuci tangan pakai sabun. (red)

REKOGNISI DESA, PENGUATAN PROBLEM SOLVING DI DESA

Pidato Gus Menteri yang sekaligus membuka Kongres Kebudayaan Desa 2020 yang diselenggarakan oleh Sanggar Inovasi Desa pada Rabu (01/07/2020).

Jakarta – Salah satu penghormatan  negara ke desa adalah kekuatan subsidiaritas yang dimiliki oleh desa berdasarkan Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014, Tentang  Desa. Salah satu implementatif yang bisa dilihat dan dirasakan adalah penyelesaian masalah yang selama ini terjadi di desa.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar mengatakan pentingnya model problem solving khas desa.

Menurutnya, jika masalah yang terjadi di desa tidak terlalu berat atau besar cukup diselesaikan di desa, sehingga hukum tidak selalu menjadi rujukan.

Abdul Halim Iskandar atau yang akrab disapa Gus Menteri ini mencontohkan problem solving yang ada di desa yang kemudian bisa diselesaikan di desa tanpa harus ke jalur hukum.

“Saya ingat betul ketika saya masih kecil. Misalnya ada maling ayam atau pencuri ayam, tidak serta merta kemudian diurus ke polsek atau ke polres dimasukkan sel, selnya polos enggak. Cukup diselesaikan di desa dengan sanksi-sanksi sosial,” tuturnya

“Dan biasanya diputuskan oleh Kepala Desa karena memang kharisma yang dimiliki, kemampuan yang dimiliki, kewibawaan yang dimiliki sehingga keputusannya diterima oleh seluruh masyarakat. Inilah yang saya sebut dengan model problem solving khas desa” sambungnya

Gus Menteri meyakini, dibalik keriweuhan negara dalam menyelesaikan berbagai persoalan, desa memiliki solusi permasalahan tersendiri yang khas. Sebisa mungkin, desa menyelesaikan permasalahan-permasalahan warga desanya melalui adat dan budaya yang dimiliki oleh masing-masing desa.

Oleh karena itu, Gus Menteri berharap agar  konges kebudayaan desa 2020 ini mampu berkontribusi dari sisi pemikiran nalar kebudayaan baru yang otentik, unik dan inovatif yang hari ini dijalankan oleh masyarakat desa.

“Mudah-mudahan kongres ini menjadi momentum yang sangat berarti bagi perubahan dan penguatan budaya desa di masa-masa yang datang.” Pungkas Gus Menteri yang sekaligus membuka Kongres Kebudayaan Desa 2020 yang diselenggarakan oleh Sanggar Inovasi Desa pada Rabu (01/07/2020).(red)

Release : Rifqi/Kemendes PDTT

MEMBANGUN DESA BERBASIs EKOLOGI ITU PENTING

Menteri Desa, PDTT , Bapak Abdul Halim Iskandar saat menjadi keynote speaker di Webinar Nasional yang bertema “Masa Depan Perlindungan Sumber Daya Alam Berbasis Desa Gambut dalam Pembangunan Nasional” yang diselenggarakan oleh Institut Pertanian Bogor, pada Selasa, (30/06/2020).

Jakarta – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar tegaskan komitmen untuk genjot pembanngunan desa dan dengan konsisten memperhatikan keseimbangan ekologi.

Hal tersebut disampaikan Abdul Halim Iskandar saat menjadi keynote speaker di Webinar Nasional yang bertema “Masa Depan Perlindungan Sumber Daya Alam Berbasis Desa Gambut dalam Pembangunan Nasional” yang diselenggarakan oleh Institut Pertanian Bogor, pada Selasa, (30/06/2020).

Gus Menteri, sapaan akrabnya menekankan, perencanaan pembangunan di desa, baik oleh Kepala Desa dan seluruh warga masyarakat desa jangan sekali-kali melenceng dari akar budaya dan adat istiadat masyarakat yang ada.

“Di mana-mana selalu saya ingatkan, pembangunan desa harus senantiasa bertumpu pada akar budaya dan adat istiadat yang ada,” uUngkap Gus Menteri

Menurut Gus Menteri, berbagai hal yang ada di desa selalu ada yang disebut dengan ilmu titen.

“Ilmu titen itu ilmu yang dikembangkan oleh nenek moyang kita berdasarkan pada berbagai fenomena dan kejadian alam yang terjadi secara konstan dan kemudian diambil kesimpulan menjadi sebuah teori. Teori ilmu titen ini juga bagian dari keseimbangan ekologi,” ujar Pria Kelahiran Jombang ini.

Gus Menteri mencontohkan teori ilmu titen yang ada di Gunung Merapi dan diyakini sebagai bagian dari keseimbangan ekologi.

“Misalnya cerita tentang gunung Merapi yang mau memuntahkan lava-nya, warga masyarakat melihat berbagai situasi alam, keluarnya berbagai binatang yang selama ini tidak pernah keluar, tidak pernah turun, tiba-tiba menampakkan diri. Berarti ada situasi di luar sepengetahuan warga tetapi merupakan bagian dari keseimbangan ekologi,” kata Mantan Ketua DPRD Jawa Timur ini.

Gus Menteri menjelaskan terkait dengan strategi pembangunan desa berekosistem gambut yang dilakukan Kemendes PDTT selama ini sesuai dengan Indeks Desa Membangun (IDM), komponen yang lebih berpengaruh terhadap status Desa berekosistem gambut ialah dimensi ekologi yang terus menerus menjadi fokus perhatian Kemendes PDTT.

“Desa yang ada di wilayah gambut kurang lebih ada sekitar 333 Desa dari 74.953 Desa. Jadi cukup besar, cukup banyak dan cukup luas. Tentu ini juga menjadi perhatian tersendiri dari Kemendes PDTT, karena memang memiliki karakteristik yang berbeda dengan desa-desa yang ada di Indonesia,” ungkapnya

Di sisi lain, Gus Menteri juga menegasakan tugas utama Kemendes PDTT dalam percepatan pembangunan desa di dalam penentuan skala prioritas penggunaan dana desa. Harapannya di tahun 2021 nanti, peraturan yang dikeluarkan oleh Kemendes PDTT betul-betul sesuai dengan berbagai permasalahan yang ada di desa.

“Kita ingin agar regulasi yang terkait dengan skala prioritas penggunaan dana desa tahun 2021 betul-betul berbasis pada permasalahan yang ada di desa. Tentunya ini butuh dukungan dari berbagai pihak utamanya dari para pakar, para pengamat dan para ahli, agar kita betul-betul fokus dan dana desa memiliki daya ungkit yang efektif dan efisien ketika prioritasnya memang betul-betul difokuskan sesuai dengan permasalahan di desa,” Pungkas Gus Menteri (Red)

release dari :Rifqi/Kemendes PDTT

kades HURUN BAGIKAN BLT DD, kpm bukan penerima bansos lain

Sambutan Kepala desa Hurun,Bapak Aminudin saat penyaluran BLT Dana Desa di Balai Desa setempat (27/06/2020)

Hurun –  Berbarengan dengan Desa Sukajaya Lempasing, Pemerintah Desa Hurun menyalurkan BLT Dana Desa kepada warganya yang terdampak Covid-19, Sabtu (27/06/2020)

Aminudin, Kepala Desa Hurun Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran menyatakan Sebanyak 154 Kepala Keluarga terdampak selain  Penerima Progran Keluarga Harapan (PKH), Non Penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Non Penerima Bantuan Sosial Tunai (BST) ditetapkan sebagai Penerima BLT Dana Desa di Desa Hurun.

Saya minta kepada warga penerima manfaat bantuan BLT DD di desanya, agar tidak menggunakan untuk hal yang kurang penting.Gunakan yang tepat guna, sesuai tujuan pemerintah yaitu meringankan beban ekonomi dalam rangka memenuhi kebutuhan dimasa sulit  ini, ” kata Aminudin

Dalam kesempatan itu, Aminudin juga menyampaikan terimakasih kepada Pemkab Pesawaran yang  komitmen terhadap penyaluran BLT Dana Desa , sehingga BLT Dana Desa benar-benar dapat meringankan beban ekonomi masyarakat

Sekcam Teluk Pandan, Hadi Jaya Kusuma mewakili Bupati Pesawaran, menyatakan, BLT Dana Desa tersebut merupakan hasil dari peralihan anggaran desa, yang semula disusun untuk pembangunan dan pemberdayaan, harus di alihkan demi membantu kesulitan ekonomi warga saat ini

“Sebagaimana pesan Bapak Bupati Pesawaran, Saya menghimbau warga untuk senantiasa mempergunakan bantuan tersebut  dengan baik dengan bijak dan sesuai dengan prioritas. Semoga BLT Dana Desa ini dapat meringankan beban masyarakat di tengah wabah covid 19 ini”. Harapnya.

Hadi Kusuma juga  meminta masyarakat untuk selalu jaga kesehatan dan tetap mematuhi anjuran pemerintah demi memutus mata rantai penyebaran virus corona,  dan semoga kondisi ini cepat berlalu. (red).