Jokowi Akan Kirim Pendamping Desa dan Kepala Desa Belajar Keluar Negeri

downloadSukadana. Presiden Jokowi saat memberikan pengarahan dalam acara Evaluasi Kebijakan Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa serta Sosialisasi Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2019 di Islamic Center, Lampung Timur, Lampung, Jumat (23/11) mengajak seluruh pihak untuk kerja keras membangun Negeri ini.

“Ada dua hal penting yang menjadi agenda besar Pemerintah Indonesia untuk dapat bersaing dengan negara lainnya, yaitu Pembangunan Infrastruktur dan Pembangunan Sumberdaya Manusia”. Tegas Presiden Jokowi.

Dalam rangka pembangunan Infrastruktur di desa,  Negara telah menngelontorkan Dana Desa sejak tahun 2015 yang lalu sampai saat ini  sekitar Rp187 triliun.

lamtim1

Lebih lanjut Presiden menyebutkan, pada 2015 dana desa yang dikucurkan mencapai sebesar Rp20,7 triliun, lalu meningkat pada 2016 menjadi Rp47 triliun, kemudian meningkat kembali pada 2017 sebesar Rp60 triliun, dan pada 2018 tetap sebesar Rp60 triliun. Dan pada 2019, pemerintah akan  naikkan lagi Dana Desa menjadi Rp70 triliun.

Untuk itu untuk menyiapkan Sumber Daya Manusia yang mumpuni  di Desa Presiden Jokowi berencana mengirim Pendamping Desa, Kepala Desa, Kader PAUD, dan Kader Posyandu keluar negeri untuk melakukan studi banding. Studi banding perangkat desa ini diagendakan mulai tahun depan (2019).

jokowi-2019-anggaran-dana-desa-kita-naikkan-rp70-t-ruj-1-e1543027863699.jpg

“Saya telah diskusi dengan Menteri Desa, tahun depan kita coba beberapa Kepala Desa, Pendamping Desa, Kader PAUD, dan Kader Posyandu dikirim  keluar negeri untuk diberikan training 1, 3 atau 6 bulan biar melihat dan membandingkan kegiatan di sana,” kata Jokowi.

Jokowi mengatakan bahwa studi banding bisa memacu semangat perangkat desa untuk mengubah wajah daerah masing-masing. Dan juga bisa menjadi awal kemajuan dan kesiapan kompetisi Indonesia dengan negara lainnya(ra)