IST PENINGKATAN KAPASITAS PENDAMPING KEMBALI DIGELAR

IST PD dan PLD pada 20/07/2020 di Desa Gunung Rejo Kecamatan Way Ratai

Way Ratai. Setelah melakukan In service Training (IST) Peningkatan Kapasitas Pendamping P3MD Kabupaten dilaksanakan di Dua Cluster, yaitu Cluster I dilakukan pada 15/07/2020 di Desa Gebang Kecamatan Teluk Pandan dengan peserta dari seluruh Pendamping Kecamatan Punduh Pidada, Marga Punduh, Teluk Pandan, dan Padang Cermin. Kemudian Cluster II dilaksanakan pada Jum’at (17/07/2020) Peningkatan Kapasitas terhadap Pendamping Desa(PD) dan Pendamping Lokal Desa (PLD) dari tiga kecamatan (Tegineneng, Negerikaton dan Gedongtataan) dilaksanakan di Balai Desa Pejambon Kecamatan Negeri Katon. IST Kembali digelar pada 20/07/2020 di Desa Gunung Rejo Kecamatan Way Ratai dengan peserta seluruh Pendamping dari Kecamatan; Waylima,Kedondong,Way Khilau dan Way Ratai.

Seperti IST sebelumnya, kegiatan ini langsung ini difasilitasi oleh Lima TAPM yang konsen pada penguatan kapasitas, yaitu TA.PMD (Riza Allatif), TA.PP(Rosyidah), TA PED(YD Wulandari) ,TA.ID(Abdi Timur) dan TA.TA TTG(Priyono Sadewo).

Masing-masing TA menyampaikan kebijakan pemerintah terkait perencanaan pembangunan Desa tahun 2021.

Rosyidah Tenaga Ahli Perencanaan Partisipatif menyampaikan PD dan PLD perlu dibekali wawasan dan ketrampilan dalam memfasilitasi perencanaan desa, mengingat saat ini sudah pertengahan tahun, waktunya untuk melaksanakan proses Penyusunan RKP 2021

Apalagi dengan munculnya regulasi-regulasi baru, maka perlu disosialisasikan juga regulasi baru yg mendukung proses penyusunan perencanaan di atas”. Terangnya lagi.

Pendamping Desa yang berkualitas dan handal dicirikan antara lain oleh kinerja yang tinggi,  khususnya  kompetensi  teknis,  kompetensi  berinteraksi dengan  masyarakat, mengelola pemangku kepentingan dan kompetensi kewirausahaan (entrepreneurship), serta memiliki daya fisikal handal. Sebelum dan selama berkiprah melakukan kegiatan pengembangan masyarakat, maka kompetensi tertentu yang dimiliki Pendamping Desa perlu  lebih  ditajamkan  dan  ditingkatkan  sedemikian  rupa,  sehingga  memiliki penampilan  sederhana,  low  profile,  berjiwa  kritis,  arif,  terbuka,  berkepribadian  tinggi, ramah,  kooperatif,  mampu  bekerja  dalam  tim,  menghargai  dan  menghormati  orangorang lain, memiliki daya penguasaan dan pengendalian diri yang kuat.

Selain fokus pada perencanaan 2021, dalam kegiatan ini juga dilakukan review terhadap progres BLT Dana Desa di Kabupaten Pesawaran. Dan juga tidak bosan-bosannya disampaikan bahwa Bupati Pesawaran, Bapak dendi Ramadhona sangat konsen dalam memajukan pembangunan di desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Bumi Andan Jejama ini, (red)

INOVATIF, KPK TINGKAT DESA MULAI DIBENTUK DI PESAWARAN

Lounching  KPK di Desa Tri Rahayu Kecamatan Negerikaton Senin, 20 Juli 2020

Negerikaton.  Langkah Inovatif dalam peningkatan kesehatan masyarakat di tingkat desa kembali dilakukan di Bumi Andan Jejama ini. Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran membentuk Kelompok Peduli Kesehatan (KPK) agar dapat mendata dan merumuskan permasalahan kesehatan yang ada di 144 desa di Kabupaten Pesawaran.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran Harun Tri Djoko didampingi Kasi Promkes Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran Trio Pranoto, Senin, 20 Juli 2020 saat Lounching  KPK di Desa Tri Rahayu Kecamatan Negerikaton  menyatakan, KPK dibentuk dalam rangka meningkatkan kesejahteraan Kesehatan ditengah masyarakat desa di Pesawaran,

“Fungsi dari KPK itu sendiri adalah untuk mendata dan merumuskan masalah kesehatan yang ada di desa tersebut, sehingga nantinya bisa memecahkan masalah kesehatan yang ada di desa, harus seperti apa untuk memecahkan permasalahannya,” Terang Harun.

KPK  ini  akan dibentuk di seluruh desa  (144 desa) yang ada di Kabupaten Pesawaran.

“Hari ini sudah di lounching di Desa Tri Rahayu, Kecamatan Negerkaton. Besok di Kecamatan Gedongtataan, mungkin untuk saat ini kita targetkan dulu satu desa di setiap kecamatan, dan kedepannya pasti semua desa akan kita bentuk. Makanya, saya juga meminta kepada tim Promosi Kesehatan yang ada di setiap Puskesmas untuk segera membentuk KPK diwilayah kerja puskesmasnya masing-masing”.Ujar Harun lagi.

Untuk mengefektifkan pelaksanaan kegiatan, Pegiat  Kelompok Peduli Kesehatan ( KPK)  terdiri dari berbagai unsur lapisan masyarakat yang ada di desa.Yaitu berasal dari kader RT, RW, dan tokoh masyarakat lainnya.(Red)

JEMBATAN DARI DD, BANTU AKSES EKONOMI WARGA BERNUNG SAAT KRISIS COVID-19

Peresmian Jembatan dari Dana Desa di Dusun Bernung 1, Minggu (19/7/2020)

Bernung.  “Kami Sekarang dapat menjual hasil kebun kami, walaupun musim penghujan mendera”. Ujar  Jaya (40) salah seorang warga Dusun Bernung saat peresmian jembatan yang terwujud melalui Dana Desa ini.

“ Dulu di sini hanya terhubung dengan jembatan darurat, yang hanya bisa dilalui oleh kendaraan roda dua, sekarang akses penghubung antar dusun di Desa Bernung sudah bisa dilalui dengan kendaraan roda empat. Dulu kami was-was melewati jembatan ini ketika membawa hasil bumi ke pasar. Kami hanya bisa menjual hasil kebun ketika tidak musim hujan”. Kenang Jaya lagi.

Kepala Desa Bernung, Bapak Deswan saat meresmikan Jembatan itu di Dusun Bernung 1, Minggu (19/7/2020)

Jembatan yang dibangun melalui  anggaran dana desa (DD) Tahun 2020 tahap pertama senilai Rp.88.332.000 dengan panjang 6 meter dan lebar 3 meter telah mendaratkan asa warga setelah sekian lama terbatas dalam pemenuhan akses transportasi bagi hasil kebun mereka.

Dengan jembatan ini, akses perekonomian masyarakat Desa Bernung Dusun 1 akhirnya menjadi lancarr bagi masyarakat untuk melakukan kegiatan  perekonomian di masa pandemic covid-19 yang belum juga usai ini.

Deswan Kepala Desa Bernung saat meresmikan Jembatan itu di Dusun Bernung 1, Minggu (19/7/2020)menyatakan, pembangunan jembatan, selain sebagai komitmen pemerintah desa dalam pembangunan yang menunjang kegiatan ekonomi warga.  

“Pembangunan jembatan ini  diharapkan mampu mendorong sentra produksi pertanian yang akan mengankat perekonomian warga Dusun Bernung 1, yang sebagian besar berprofesi sebagai petani”. Harap Deswan.

Ia juga menjelaskan meskipun saat ini sedang di landa penyebaran virus corona, namun aparatur pemerintahan Desa Bernung tetap memfokuskan pembangunan yang sudah terjadwal.

“Dana Desa Tahun 2020 ini sebagian besar terpakai untuk menanggulangi wabah virus corona dan BLT-DD untuk para warga pandemi virus covid-19. Namun pembangunan jembatan yang bersumber dari dana desa tahun 2020 itu keberadaannya sangat dibutuhkan dan diharapkan warga sekitar”. Tegas Deswan.

Lebih jauh dikatakan Deswan, keberadaan Dana Desa merupakan faktor penting sebagai stimulus yang mampu mengubah dan mempelancar roda pembangunan ekonomi pinggiran.

Deswan berterimakasih kepada Pemerintah, berkat Dana Desa pembangunan desa dapat terwujud. Program desa berjalan sesuai target waktu dan sesuai harapan karena didukung dana desa.

 “Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah pusat maupun daerah. Adanya Dana Desa ini yang langsung dirasakan oleh masyarakat, dan saya berharap Desa Bernung terus berpacu membangun dan mensejahterakan masyarakat yang berdaya saing sesuai harapan pemerintah daerah Kabupaten Pesawaran,” Ungkap Kades yang baru terpilih di periode kedua kepemimpinannya ini. (red)

DI TENGAH MELEMAHNYA SEKTOR EKONOMI, BUMDES TETAP LAKUKAN KEGIATAN EKONOMI DI DESA

Menteri Desa, Gus Halim saat memberikan arahan pada pelepasan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) IAIN Tulung Agung secara virtual, di Jakarta, Senin (20/7/2020)

JAKARTA – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar mengatakan bahwa di tengah melemahnya berbagai sektor bisnis akibat covid-19, sebanyak 10.026 Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) masih bertahan dan tetap melakukan transaksi ekonomi.

Hal tersebut dikatakan saat memberikan arahan pada pelepasan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) IAIN Tulung Agung secara virtual, di Jakarta, Senin (20/7/2020).

“Yang harus dilakukan hari ini adalah revitalisasi BUMDes secara lebih masif agar segera terjadi geliat ekonomi dan kegiatan transaksi secara perekonomian di desa,” ujar Menteri Halim.

Menteri yang baru mendapat gelar Doktor Honoris Causa dari UNY ini mengatakan, dari 74.953 desa telah terbentuk sekitar 51.000 BUMDes di Indonesia. Sebelum pandemi covid-19 terjadi, sekitar 37.000 diantaranya telah menjalankan usaha atau telah melakukan transaksi ekonomi. Belakangan, aktifitas ekonomi sejumlah BUMDes mengalami penurunan.

“Nah saat (pandemi) covid-19, tinggal 10.026 BUMDes yang masih melakukan transaksi ekonomi. Memang terjadi penurunan yang luar biasa. Tapi masih ada BUMDes yang melakukan kegiatan perekonomian meski dalam keadaan yang sangat sulit karena pandemic”.  Ujar  Lelaki yang akrab dipanggil Gus Menteri ini.

Menurutnya, 10.026 BUMDes tahan pandemi covid-19 tersebut merupakan BUMDes yang berdiri atas dasar inisiatif masyarakat yang telah melalui telaah ekonomi dan bisnis.

“10.026 yang bertahan ini ternyata semua berdiri atas dasar telaah atas ekonomi dan bisnis yang dilakukan. Artinya ini berdiri karena telaah tingkat kebutuhan masyarakat, bukan karena program pemerintah kabupaten. Makanya revitalisasi ini kita gunakan sistem buttom up bukan top down,” ujar Mantan Ketua DPRD Jawa Timur ini.

Terkait hal tersebut, Gus Menteri meminta Mahasiswa dan Dosen Pendamping KKN IAIN Tulung Agung membantu mendampingi BUMDes dari sisi perencanaan bisnis. 

Menurutnya, perencanaan bisnis yang tepat dan matang sangat berpengaruh terhadap daya tahan BUMDes terhadap gejolak ekonomi. (red)

Release : Novri/Kemendes PDTT

BUMD PESAWARAN GENCAR JALIN KERJASAMA DENGAN BUMDES

Rencana Kerjasama BUMD Pesawaran-PT.Aneka Usaha Laba Jaya Utama dengan dengan BUMDES Lestari Lempasing dan mengkoordinasikan para ibu-ibu perajin terasi rebon yang di buat dalam skala home industri .

Gedongtataan. Senin,20/07/2020  Grouping Inovasi PIPPELTIM PERUSODA PT.Aneka Usaha Laba Jaya Utama – BUMD pesawaran turun ke basis desa di pimpin oleh Dirut BUMD pesawaran,Ahmad Muslimin, Divisi Bisnis dan Networking, Teguh Santoso bersama Branch Manager,Aann Saputra.

Teguh Santoso pada hari ini konsentrasi di Desa Lempasing dan Desa Hanura di kecamatan teluk pandan, guna mengadakan kerjasama dengan Direktur BUMDES Lestari Lempasing,sekaligus mengkoordinasikan para ibu-ibu perajin terasi rebon yang di buat dalam skala home industri dan masih gunakan kemasan daun pisang.

“Kedepan BUMD pesawaran akan mengadakan mesin kemasan modern untuk pengemasan aneka produk di desa-desa dalam kabupaten pesawaran”.Ujar Teguh.

Selanjutnya Teguh adakan kerjasama dengan Direktur BUMDES Hati Nurani di Desa Hanura.

Dari komunikasi kerjasama yang dilakukan, Kedua Direktur BUMDES di atas siap jadi PNS Mitra BUMD pesawaran sebagai central market transit offline dan online.

Sedangkan Aan Saputra Branch Manager BUMD pesawaran mengadakan kerjasama dengan Kepala Desa  Babakan Loa dan  Sekretaris Desa  Sinar Harapan. Aparatur pemerintahan kedua desa siap mengkoneksikan BUMDES di desa mereka untuk jadi PNS Mitra BUMD pesawaran.

Selain itu Ahmad Muslimin, Dirut BUMD pesawaran juga mengenalkan produk KOPI ANDALAN BADAK Lampung kualitas medium di Desa Gunung Sari yang akan jadi salah satu produk yang didistribusikan oleh BUMD pesawaran ke para PNS Mitra BUMD pesawaran yang telah ada di 10 kota/kabupaten dalam provinsi Lampung.

“Sebelumnya BUMD pesawaran telah memproduksi Bubuk kopi premium merek Andan jejama”.Ujar Muslimin.

Road show selanjutnya dilakukan ke Desa TamanSari Kecamatan Gedong Tataan. Tindak lanjutnya Kepala Desa Taman Sari akan berkunjung ke kantor pusat BUMD pesawaran di HOLTIPARK di Desa  Negeri Sakti. (red)