SDGs PLUS TERUS DIRUMUSKAN KEMENDES DEMI KEBERLANJUTAN DESA

Menteri Desa,PDTT Gus Halim menyampaikan, bahwa Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) terus berupaya untuk wujudkan SDGs)
Di Hotel Bidakara, pada Kamis (23/07/2020)

Jakarta – Di Hotel Bidakara, pada Kamis (23/07/2020) Menteri Desa,PDTT Gus Halim menyampaikan, bahwa Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) terus berupaya untuk wujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan alias Sustainable Development Goals (SDGs).

Sampai saat ini, setidaknya ada 17 tujuan pembangunan desa berkelanjutan yang terus digodok oleh Kemendes PDTT. 17 tujuan pembangunan berkelanjutan desa yang terus digodok Kemendes PDTT adalah sebagai berikut:

1. Desa Tanpa kemiskinan

2. Desa Tanpa Kelaparan

3. Desa Sehat dan Sejahtera

4. Pendidikan Desa Berkualitas

5. Desa Berkesetaraan gender

6. Desa Layak Air bersih dan Sanitasi

7. Desa yang Berenergi Bersih dan Terbarukan

8. Pekerjaan dan Pertumbuhan Ekonomi Desa

9. Inovasi dan Infrastruktur Desa

10. Desa Tanpa Kesenjangan

11. Kawasan Pemukiman Desa Berkelanjutan

12. Konsumsi dan Produksi Desa yang Sadar Lingkungan

13. Pengendalian dan Perubahan Iklim oleh Desa

14. Ekosistem Laut Desa

15. Ekosistem Daratan Desa

16. Desa Damai dan Berkeadilan

17. Kemitraan untuk Pembangunan Desa

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar atau yang akrab disapa Gus Menteri ini menyatakan, 17 tujuan pembangunan desa itu akan terus disempurnakan.

“Kita terus melakukan penyempurnaan terhadap banyak hal yang sudah sempurna dan dirumuskan oleh Kemendes PDTT lima tahun belakangan ini”.Ujar Menteri yang baru mendapatkan Alumni Kehormatan IPDN ini.

Doktor Honoris Causa dari UNY ini menilai, perlu memotret desa dengan kacamata SDGs. Alasannya, selain sudah terukur dan sudah diakui, bicara Desa tidak bisa dalam konteks keindonesiaan saja.

“Kita harus sampaikan kepada dunia bahwa desa-desa kita ini memang sudah baik dan memakai standar ukuran yang sudah baik, yang memang baik dan diakui secara internasional,” ujar Mantan Ketua DPRD Jawa Timur ini.

Kemendes PDTT, lanjut Gus Menteri, akan terus menjabarkan secara lebih detail terhadap 17 SDGs Desa Plus.

“17 plus artinya kita harus sempurnakan terhadap 17 gol di dalam SDGs yang menurut kita memang perlu disempurnakan,” ucapnya lagi.(red)

Release: Rifqi/Kemendes PDTT

BUMD PESAWARAN GELAR KELAS AKADEMIA DESAPOLITAN

AKADEMIA DESAPOLITAN di Desa Mulyo Sari kecamatan way ratai Rabu,22/07/2020

Mulyosari. Rabu,22/07/2020  Perusahaan Perseroaan Daerah(PERUSODA) PT.Aneka Usaha Laba Jaya Utama – BUMD Pesawaran fasilitasi Akademia Desapolitandi Desa Mulyo Sari kecamatan way ratai.

Pada Kegiatan ini turun langsung  Manager pabrik Riskon Patria,SE., Divisi Manager Nurhudiman,SP., Manager Bisnis dan Networking Ir.Wawan Murtian, Deputy Branch Manager Teguh Santoso,AMD, Staff Produksi Kevin, dan 2 Mahasiswa UNILA yang magang di BUMD pesawaran. Kegiatan diikuti oleh direktur BUMDES Mulyosari dan perangkatnya.

Direktur PT.Aneka Usaha Laba Jaya Utama – BUMD Pesawaran, Ahmad Muslimin menyampaikan materi yang disampaikan fokus tentang: “BUMD, BUMDES dan KOPERASI sebagai kelembagaan usaha konstitusional mutlak mengelola cabang-cabang produksi yang penting bagi nusabangsa dan yang menguasai hajat hidup orang banyak, terintegrasi dengan element masyarakat.

“Ini sejalan dengan pasal 33 UUD 1945. Sangat jelas dalam ayat 1 dinyatakan bahwa: Perekonomian di susun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan. Kemudian dalam ayat 2 dinyatakan bahwa: cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak di kuasai negara, dan dalam ayat 3 dinyatakan bahwa: bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya di kuasai oleh negara dan di gunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat”.Tegasnya Muslimin.

Alat produksi unit usaha AMDK BUMDes Desa Mulyosari – Way Ratai

Pada kesempatan ini BUMD Pesawaran dan BUMDES Mulyosari sepakat kerjasama operasional pengolahan sumber daya air menjadi industri Air Minum Dalam Kemasan(AMDK) dengan merek dagang “ANDAN” Healty Water dan sebagai pusat pengolahan Andan Healty water di HOLTIPARK JL.Baru Negeri Sakti, kecamatan Gedong tataan. Sedangkan desa Mulyosari sebagai pabrik penyangganya.

BUMD Pesawaran melihat potensi pisang susu yang berlimpah juga mengadakan kerjasama dengan mini pabrik pengolahan coklat yang jadi pabrik penyangga BUMD pesawaran dan di kelola BUMDES untuk memproduksi pisang susu dan kakao jadi sale, selanjutnya akan di beri merek dagang “KAHUT”. Kahut bahasa Lampung yang artinya “SAYANG”.(red)