TAPM ADAKAN IST PEMUTAKHIRAN JPS PADA SIPEDE

In service Training (IST) kepada Seluruh Pendamping Desa Kabupaten Pesawaran pada, Jum’at, 24/07/2020 di Sekretariat TPP Pesawaran.

Gedongtataan.  Dalam rangka membantu pemutakhian data pemanfaat BLT Dana Desa, Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Pesawaran mengadatan In service Training (IST) kepada Seluruh Pendamping Desa Kabupaten Pesawaran pada, Jum’at, 24/07/2020 di Sekretariat TPP Pesawaran.

Materi khusus pada IST ini adalah mekanisme pengisian data Jaring Pengaman Sosial (JPS) pada aplikasi Sistem Pembangunan Desa (SIPEDE).

Setelah Koordinator TAPM Pesawaran membuka acara, IST langsung dipimpin oleh PIC data JPS, TA PED, YD.Wulandari dan kemudian dilanjutkan materi teknis oleh TAM P3MD Provinsi Lampung, Hatta Kadir.

Hatta Kadir, TAM P3MD Provinsi Lampung menyatakan bahwa JPS yang diisi dengan benar, maka akan terpotret utuh pemanfaat BLT Dana Desa sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan.

“Selain itu juga tidak akan terjadi deviasi informasi atau data dan kondisi sebenarnya di lapangan”. Ujarnya lagi.

Kegiatan IST  berlangsung lancar dan aktif. Harapannya setelah IST ini tidak ada lagi kendala dalam pengisian data JPS pada aplikasi SIPEDE.(red)

PENDAMPING DESA HARUS MENJADI MATA HATI DAN KAKI TANGANNYA KEPALA DAERAH

Pidato Menteri Desa, Pembangunan Daerah dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar atau yang akrab disapa Gus Menteri mengukuhkan Pendamping Desa Berdikari di Balai Kota Pariaman, Sumatera Barat, Jumat (24/07/2020).

Padang – “Pendamping desa harus menjadi mata hati dan kaki tangannya kepala daerah”. Ujar Menteri Desa, Pembangunan Daerah dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar atau yang akrab disapa Gus Menteri mengukuhkan Pendamping Desa Berdikari di Balai Kota Pariaman, Sumatera Barat, Jumat (24/07/2020).

Menteri Desa juga  menjelaskan, selain melakukan pendampingan, pendamping desa juga dituntut lihai membaca dan menganalisa persoalan yang dihadapi masyarakat desa, kemudian dilaporkan kepada Bupati atau Walikota setempat. Sehingga kebijakan yang dikeluarkan oleh Walikota berdasarkan fakta yang ada di desa.

Alumni Kehirmatan IPDN ini  mengatakan, banyak kebijakan yang kurang tepat disebabkan keterbatasan untuk melihat langsung apa yang menjadi persoalan masyarakat.

Oleh karena itu, tugas pendamping desa harus mampu menjembatan antara dua kepentingan tersebut.

Saat ini, lanjut Gus Menteri, pihaknya sedang menyiapkan sebuah sistem yang bisa melihat potensi masing-masing desa di seluruh Indonesia dengan tujuan mempermudah pemodal untuk berinvestasi.

Sistem itu juga dapat memantau kinerja para pendamping desa melakukan pendampingan terhadap aparatur desa.

“Nanti saya akan tahu, bekerja apa enggak pendamping desa yang di Kota Pariaman ini. Meskipun saya bukan malaikat, itu karena sistem saja bisa melakukan seperti itu,” imbuh Gus Menteri yang baru menerima gelar Doktor Honoris Causa dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) itu.

Sebelum menutup kegiatan pengukuhan Pendamping Desa Berdikari, Gus Menteri tidak lupa berpesan agar pendamping desa menata niatnya untuk pengabdian semata. Seluruh Pendamping hendaknya niatnya ditata kembali, niatkan untuk pengabdian kepada masyarakat desa. Bahasanya sederhana tapi kalo niatnya baik insyaAllah semuanya akan ikut baik.(red)

Release : Badriy/ Kemendesa PDTT