Category Archives: INOVASI DESA

BUPATI DENDI RESMIKAN WISATA DESA “TIRTO RAHAYU”

Ramainya Pengunjung Kolam Renang dan Water Boom Tirto Rahayu, hasil pembangunan dari Dana Desa dan Dana Gadis 2019

Tri Rahayu. Rabu, 15/01/2020  Bupati Pesawaran Dendi Romadhona meresmikan kolam renang “Tirta Rahayu” di Desa Trirahayu Kecamatan Negeri Katon Kabupaten Pesawaran. Acara ini dihadiri oleh OPD Kabupaten Pesawaran, Anggota DPRD Kabupaten Pesawaran, Tenaga Ahli P3MD, Camat Negeri Katon, Kapolsek Negeri Katon, Kepala Desa Trirahayu besarta aparatur Desa dan segenap Tamu undangan serta masyarakat Desa Tri Rahayu dan sekitarnya.

Bapak Hi.Dendi Ramadhona, K.ST, Bupati Kabupaten Pesawaran meresmikan Wisata Desa Kolam Renang dan Water Boom Tirto Rahayu di desa Tri Rahayu Kecamatan Negerikaton (15/01/2020)

Kepala Desa Trirahayu, Teguh Santoso menjelaskankan bahwa Taman Wisata Kolam Renang “Tirto Rahayu”  dibiayai dari dua sumber anggaran, yaitu Dana Desa  (DD) tahun 2019 dan Dana Hibah Kabupaten pada Program Gadis (Gerakan Desa Ikut Sejahtera).

“Pengelolaan Taman Wisata Kolam Renang Tirto Rahayu ini adalah di bawah Unit Usaha BUMDes. Saya berharap agar dikelola dengan professional,  bisa bermanfaat bagi masyarakat Trirahayu dan di sekitarnya serta bisa menambah sumber pendapatan warga masyarakat dan Pendapan Asli Desa Trirahayu.” Ujar Teguh.

“Pada Kesempatan ini saya sangat berterimakasih dengan Pak Bupati dan Kepala Dinas PMD Kabupaten Pesawaran yang telah menginspirasi Saya untuk mewujudkan wisata desa ini. Dari diskusi dandorongan belajar di Desa Ponggok dan Desa Pujon, akhirnya Kami dapat merencanakan dan membangun Wisata ini sesuai dengan Potensi yang kami miliki di desa ini.” Tambahnya lagi.

Dendi Romadhona dalam sambutannya mengapresiasi kreatifitas dan inovasi yuang dilakukan oleh Kepala Desa Tri Rahayu dalam pembangunan dan peningkatan ekonomi masyarakat desa ini. Kebijakan  Kabupaten Pesawaran one village, one destination  telah diwujudkan di desa Tri Rahayu. Ini adalah salah satu wujud nyata untuk mencapai Kabupaten Pesawaran sebagai Kabupaten Wisata.

“Apabila Pengelolaan Wisata Kolam Renang Tri Rahayu ini baik,  dapat menggerakkan ekonomi masyarakat desa dan PADes bagi Desa, maka Desa ini pada tahun 2020 ini akan mendapatkan program “Bujang” (BUMDes Jejama Berkembang) sebagai kelanjutan program “Gadis” (Gerakan Desa Sejahtera) dengan tambahan anggaran senilai Rp. 100.000.000; (Seratus Juta Rupiah) lagi.” Jelas Dendi menambahkan.

Sejak dibuka tanggal 1 Januari lalu komulasi dalam minggu pertama tercatat pengunjung kolam renang Tirto Rahayu sudah mencapai  seribuan orang.(red)

Ruwat Laut,KEARIFAN LOKAL yang menjaga Lingkungan, dan jadi daya tarik wisata desa

Ruwat Laut di sekitaran Desa Pulau Pahawang beberapa saat lalu (26/11/2019)

Pulau Pahawang. Indonesia adalah negara yang kaya akan adat istiadat dan budaya yang melekat pada masing-masing daerah. Dalam kekayaan budaya itu tersimpan juga nilai-nilai kearifan lokal yang patut kita jaga dan lestarikan. Harapannya, kearifan lokal tidak hanya dijaga oleh para pendahulu, tapi juga terus dikenal dan dilestarikan oleh generasi penerus bangsa.

Untuk itu Sebuah tradisi, kearifan lokal harus tetap dilestarikan. seperti halnya pada Masyarakat nelayan di Desa Pulau Pahawang – Pesawaran- Lampung. Kearifan Lokal “RUWAT LAUT” terus dilestarikan dan dijagaa. RUWAT LAUT sebagai sebuah budaya tetap dilestarikan untuk menjaga keharmonisan antara sesama manusia dan alam  yang merupakan tempat sumber kehidupan untuk mencari nafkah yakni laut di Selat Sunda. 

Dalam rangka melestarikan budaya ini, maka Warga Desa Wisata Pulau Pahawang menyelenggarakan acara Ruwat laut pada (26/11/2019) berpusat di Dusun Penggetahan Desa Pulau Pahawang, Kecamatan Marga Punduh Kabupaten Pesawaran.

Selain untuk menjaga kearifan Budaya lokal, kegiatan ini juga bertujuan untuk menjaga pelestarian lingkungan laut dan menarik minat Wisatawan local dan mancanegara. Kegiatan yang kali pertama terealisasi ini dihadiri oleh seluruh lapisan masyarakat desa pUlau pahawang. Walaupun merupakan wilayahn kepulauan, tetapi tidak menyurutkan semangat warga dalam berpartisipasi. Seluruuh rangkaian acara diikuti oleh warga setempat maupun pengunjung.

Rangkaian acara dimulai sejak pukul 07.15 WIB dengan diawali dengan Pembacaan manaqib Syeih Abdul Qadir Ajilani, dibawakan oleh tokoh Agama setempat, pemotongan Sapi, pawai perahu mengelilingi Pulau pahawang dan diakhiri oleh penampilan pencak silat beserta kesenian local pulau pahawang pada sore harinya.

Saat acara dimulai, seluruh warga berkumpul di lapangan balai desa untuk menyaksiakan pemotongan sapi guna di santap bersama. Pemotongan sapi ini dilakukan oleh tokoh agama setempat sebagai bentuk syukur tak tertingga kepada tuhan karena telah diberikan rizki berlimpah, terkhusus sudah dikenalnya wisata pulau pahawang di local dan manca Negara.

Sebagai bentuk syukur lainnya, Seluruh warga larut dalam Pawai kapal laut yang telah di hias dengan daun kelapa muda , hiasan telur rebus dan makanan ringan lainnya. Seluruh makanan ini akan diberikan kepala warga di setiap dusun melalui perwakilan disetiap dermaga, maupun wisatawan yang sedang berwisata di pulau pahawang. Tak telak, wisatawan yang sedang mengunjungi spot Snorklingpun didatangi oleh rombongan Pawai Kapal hias ini.

Kepala Desa Pulau Pahawang, Ahmad Salim dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan yang sedari dulu ingin diwujudkan, tetapi baru kali ini bisa terealisasi karena adanya dana desa.

“ Kegiatan ini dari dulu dilaksanakan oleh pendahulu kami, tapi acara nya sederhana, kami ingin acara ini dilaksanakan lebih besar tetapi selama ini belum punya dana. Setiap musyawarah desa selalu mengalami kebuntuan karena kan biayanya besar. Dengan adanya dana desa, kami tahun ini bisa melaksanakannya. Jadi kegiatan ini terlampir di APBDes 2019 kami.” ungkap Ahmad Salim

Dalam sambutan ketua panitia juga disampaikan bahwa sejak kepala desa pertama baru kepala desa ketujuh ( Ahmad Salim ) baru kegiatan ini bisa kami wujudkan. “ Kami gelar musyawarah desa untuk mengadakan kegiatan ini. Memang belum optimal. Tetapi kami bersyukur kegiatan ini berlangsung lancarr dan hikmad. Seluruh warga bersuka cita. Harapan kami kepada pemerintah desa, agar kegiatan ini dijadikan Ajang tahunan.” Ungkap M. Afendi.

“Acara ini bertujuan juga untuk memupuk kepedulian warga terhadap lingkungan terlebih generasi muda. “ Pahawang sekarang beda dengan pahawang dulu, kalo dulu gag banyak yang kenal, sekarang sudah banyak yang datang kesini. Semua karena alam laut kami. Kami adakan acara ruwat laut ini sebagai bentuk syukur kami kepada Allah SWT. Semoga laut kami selalu terjaga, dan bermanfaat sampai cucu-cucu kami nanti.” Imbuhnya lagi.

Camat Marga Punduh, Edy Sutrisno, SP. Mengatakan, kegiatan ini mesti dikemas dengan baik, guna menarik wisatawan karena Objek wisata Pulau Pahawang telah dikenal banyak orang. “ yang kurang barangkali hanya terletak di sosialisasi saja, kalau konsep acara sudah baik. Memang bulan-bulan ini desa pulau pahawang sangat disibukkan dengan rangkaian kegiatan. Puncaknya pada akhir bulan ini, desa pulau pahawang juga akan menggelar Festival Pulau Pahawang tahun 2019 yang dimotori oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Pesawaran. Makanya tidak heran kalau Pulau pahawang kian diminati wisatawan.

Pihaknya mengapresiasi semua pihak yang telah mendukung, dan bahu membahu menyukseskan acara demi acara di desa pulau pahawang.

“ Mungkin kegiatan ini perlu disosialisasikan secara besar-besaran, dengan tawaran tiket wisata yang agak murah, beda dari hari biasanya, dan diisi dengan acara yang dikonsep lebih baik dan matang lagi. Semoga dengan acara ini masyarakat desa pulau pahawang akan semakin sadar untuk melestarikan lingkungan laut dan juga akan menjadi daya tarik wisatawan datang ke Pulau Pahawang. Dengan demikian perekonomian warga akan semakin membaik “ tambahnya.

Di Desa Pulau Pahawang dalam rangka meningkatkan pelayanan wisata Desa, Dana Desa melalui BUMDes telah menyediakan fasilitas cottage (penginapan) dan penyewaan kapal untuk penumpang dan wisatawan yang ingin datang ke Pulau Pahawang dan menikmati paket wisata seperti snorkling dan diving.

(Ditulis Oleh Andi Aryandi dan Riza Allatif)

Dapat Penghargaan Nasional Inovasi Desa, Bupati Dendi Kembali di Undang ke Jakarta

Gedongtataan. Bupati Pesawaran Kabupaten Pesawaran, Dendi Ramadhona  dipastikan akan menghadiri  Penerimaan  Penghargaan Program Inovasi Desa T.A  2019 yang diagendakan pada hari Senin 25 November 2019  di di Hotel Merlynn Park Jakarta. Di penghujung tahun ini  kembali Kabupaten Pesawaran mengharumkan nama Provinsi Lampung dikancah nasional dalam pelaksanaan Inovasi Desa.

Melalui surat Kementrian Desa, Nomor    : 56/PMD.04.01/XI/2019 tanggal 21 November 2019 tentang Undangan Menghadiri Pembukaan Rapat Koordinasi Nasional dan Penerimaan Penghargaan  Program Inovasi Desa T.A  2019. Pada kegiatan ini akan dilakukan  penyerahan penghargaan kepada 33 (tiga puluh tiga) Gubernur dan 25 (dua puluh lima) Bupati terpilih yang karena dedikasi dan dukungan penuhnya, wilayah kerjanya masuk dalam kategori/nominasi pelaksana Program Inovasi Desa terbaik.

Sejak dipimpin Bupati Dendi Ramadhona Kabupaten memang mempunyai Brand Kabupaten Berprestasi. Dalam Pelaksanaan Program Inovasi Desa misalnya, sebelumnya awal tahun ini Pesawaran  menyabet juara kedua tata kelola Program Inovasi Desa (PID), yang dicanangkan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kementerian Desa PDTT) setelah Tim Inovasi Kabupaten (TIK) Kabupaten pesawaran bersaing dengan lima Kabupaten di wilayah NKRI ini, yaitu; TIK Kabupaten Gunung Kidul Provinsi DIY, TIK Kabupaten Musi Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan, TIK Kabupaten Bombana Provinsi Sultra, TIK Kabupaten Pasangkayu Provinsi Sulbar, dan TIK Kabupaten Bone Bolango ProvinsiGorontaro.

Kepala dinas PMD Pesawaran, M.Zuriadi menyampaikan bahwa penilain tingkat nasional, pelaksanaan Program Inovasi Desa telah dilakukan beberapa saat lalu di Kabupaten Pesawaran. Kabupaten Pesawaran masuk dalam kategori Fasilitasi  Penyedia Peningkatan Kapasitas Teknis Desa (P2KTD) dalam layanan pendampingan di Desa Kertasana Kecamatan Kedondong kabupaten Pesawaran.

“Dan Pesawaran adalah satu-satunya kategori P2KTD terbaik yang mewakili seluruh Pulau Sumatra”.Teganya lagi.

Kabupaten Pesawran sejak dilaksanakannya PID mempunyai catatan baik yang bisa jadi panutan bagi Kabupaten lainnya di Provinsi Lampung. Sebelumnya pada tahun 2018 yang lalu Kabupaten Pesawaran adalah Pelaksana Pertama Bursa Inovasi Desa (BID) se Inodonesia. Pada tahun 2019 Kabupaten Pesawaran dalam pelaksanaan Bursa Inovasi Desa se Provinsi Lampung adalah Kabupaten Pertama yang mengolaborasikan Menu Inovasi Nasional Tahun 2019 dan Menu Inovasi Lokal Provinsi Lampung tahun 2019. Jaya Pak Bupati, Jaya Desa dan Jaya  Pesawaran. (Red)

PESAWARAN KEMBALI NOMINATOR PELAKSANA PID TERBAIK NASIONAL

Penilai Pelaksana PID terbaik (Bapak Ismail Zainuri) berkoordinasi dengan Dinas PMD Pesawaran (Bapak Nur Asikin) sebelum melakukan nverifikasi lapangan (24/10/2019).

Gedongtataan. Setelah dinobatkan menjadi Juara Kedua Tingkat nasional Tim Inovasi Kabupaten (TIK) pada Program Inovasi Desa (PID) pada Bulan Juni lalu, kini Pesawaran pun menjadi nominasi juara nasional dalam pemanfaatan Penyedia Peningkatan Kapasitas Teknis Desa (P2KTD) untuk kegiatan pembangunan Desa pada Program Inovasi Desa. Tercatat di Provinsi Lampung hanya TIK Kabupaten Pesawaran yang benar-benar memfasilitasi pengembangan P2KT pada PID sesuai aturan program. Setidaknya ada delapan lembaga P2KT di Pesawaran yang siap sedia menjadi patner desa dalam pembangunan.

Sebelumnya pada tahun 2018 yang lalu Kabupaten Pesawaran adalah Pelaksana Pertama Bursa Inovasi Desa (BID) se Inodonesia. Pada tahun 2019 Kabupaten Pesawaran dalam pelaksanaan Bursa Inovasi Desa se Provinsi Lampung adalah Kabupaten Pertama yang mengolaborasikan Menu Inovasi Nasional Tahun 2019 dan Menu Inovasi Lokal Provinsi Lampung tahun 2019 .

Suasana Penilaian P2KTD terbaik Nasional di Desa Kertasana Kecamatan Kedonndong (24/10/2019)

Dalam penilain tingkat nasional, 24/10/2019 di Pesawaran, Ismail Zainuri, Konsultan Nasional Program Inovasi Desa menyampaikan bahwa Pelaksanaan Program Inovasi Desa (PID) dari tahun 2017 hingga sekarang, telah banyak menghasilkan inovasi-inovasi di Desa-desa. Keberhasilan pelaksanaan PID atas kerjasama semua pihak yang terlibat dalam program Inovasi didesa, mulia tingkat Nasional, Provinsi, Kabupaten, Kecamatn dan Desa, oleh karena itu akhir tahun pelaksaaan PID 2019 akan dilakukan pemberian penghargaan kepada kelembagaan dan desa PID, yang akan di berikan dalam Forum Rapat Koordinasi Nasional PID tahun 2019 di Jakarta.

“Ada 9 Kategori yang akan di lombakan pada Penghargaan Program Inovasi Desa tahun 2019, kategori tersebut antara lain: Tim Inovasi Kabupaten (TIK) Terbaik, Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID) Terbaik, Penyedia Peningkatan Kapasitas Teknis Desa Terbaik, Embung Desa Inovatif,Raga Desa Inovatif, Paud Inovatif, Posyandu Inovatif. Bumdes Inovatif, Prudes/Prukades Inovatif”. Tegasnya lagi.

Ketua Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID) Kecamatan Kedondong (Badrun Naim Syah)bersama Penilai Inovasi Desa Kemendes,PDTT (Bapak Ismail Zainuri) dalam penilain hasil fasilitasi P2KTD di Wisata Sawah Desa Kertasana Kedondong (24/10/19)

Sementara Ibnu Walidin, Tenaga Ahli Inovasi Desa Provinsi Lampung menyampaikan dari 9 kategori tersebut, Provinsi Lampung mendapatkan dua kategori Nominasi terbaik yang saat ini sedang di lakukan penilaian oleh Tim Pemberian Penghargaan Program Inovasi Desa 2019 dari Kementerian Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. 2 kategori tersebut adalah Penyedia Peningkatan Kapasitas Teknis Desa (P2KTD) CV. Razaktha layanan pendampingan di Desa Kertasana Kecamatan Kedondong kabupaten Pesawaran dan Kategori Paud Inovatif dari Desa Gunung Katun Kecamatan Tulang Bawang Udik Kabupaten Tulang Bawang Barat.

“Dan Pesawaran adalah satu-satunya kategori P2KTD terbaik yang mewakili seluruh Pulau Sumatra”. Tegasnya menjelaskan.

Semoga Pesawaran Kembali menorehkan Nama Baik pelaksanaan Program Inovasi Desa di Kancah Nasional.(red)

TABURA “PELAYANGAN”, WISATA ALAM NAN INDAH

“Taman Bukit Raya   Pelayangan” Desa Pujorahayu – Negerikaton-Pesawaran

Negerikaton. Desa Pujo Rahayu merupakan salah satu dari 19 desa di wilayah Kecamatan Negeri Katon. Desa Pujo Rahayu saat ini terdiri dari 7 dusun dan 19 RT, yang memiliki jarak 6 Km ke arah Kecamatan dan 20 Km ke arah Kabupaten.  Desa Pujo Rahayu mempunyai luas wilayah seluas 407 hektar. Jumlah penduduk di desa Pujo Rahayu mencapai 1.685 jiwa dengan rincian, laki-laki sebanyak 796 jiwa dan perempuan 879 jiwa.

Desa yang memiliki luas lahan pertanian padi seluas 154 Ha, dengan luas lahan padi yang produktif membuat mata pencaharian utama masyarakat desa Pujo Rahayu dan Lahan perkebunan dengan memiliki luas lahan hanya 15 Ha dari luas wilayah 407 Ha. Ternyata menyimpan potensi wisata alam yang bagus. Sebuah bukit yang disebut “Taman Bukit Raya   Pelayangan” cukup menawarkan panorama keindahan alam. Kini menjadi salah satu destinasi pariwisata unggulan kabupaten setempat. Padahal, dahulu lokasi itu sebelumnya hanya menjadi tempat warga mencari kayu dan menanam jagung.

Spotinstagramble seperti perahu dari bambu, area indah berbentuk LOVE di Taman Bukit Raya   Pelayangan (Sumber: : https://www.pictadesk.com/hashtag/pujorahayu )

Dengan sentuhan Badan Usaha Milik Desa Pujorahayu akhirnya  lahan bukit yang memiliki hamparan sekitar tiga hektar ini disulap menjadi pilihan “cerdas” bagi siappaun yang ingin beristirahat menghilangkan penat, sekaligus “selfie” menjepretkan kamera.

Di Taman Bukit Raya  Pelayangan ini kini terbangun pondokan untuk pengunjung bersantai menikmati panorama alam. Bahkan di sini  terdapat spot instagramble seperti perahu dari bambu, area indah berbentuk LOVE berlatar pemandangan alam  yang menghampar indah nan asri. Sawah, pegunungan area permukiman begitu jelas memberikan warna indahnya bukit ini .

Bermula dari ide Kepala Desa Pujorahayu, Apri Budi Hartono 2017 lalu dilanjutkan dengan Inisiasi Jama’ah  antara Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan Pemerintahan Desat telah menjadikan Bukit Pelayangan ini menjadi alternative tempat kunjungan wisata bagi masyarakat di Kabupaten Pesawaran pada khususnya dan para wisatawan dari luar Pesawaran.  

Bukit ini mempunyai view yang sangat indah. Selain bisa melihat hamparan sawah  dan deretan gunung yang indah, Di atas bukit ini masyarakat yang menikmati wisata Telaga Gupit dari atas secara langsung dan jelas dari atas Bukit Pelayangan.

Spotinstagramble Sumber: https://www.pictadesk.com/hashtag/pujorahayu

Selain itu pengunjung berdiri di atas Bukit Pelayangan dapat melihat langsung bangunan komplek kantor Pemerintah Kabupaten Pesawaran. Ke depan, rencananya akan dibangun menara di atas bukit itu. “Adanya menara, dapat melihat suasana Kabupaten; Pesawaran, Pringsewu, Bandar Lampung, Tanggamus, Lampung Tengah, Lampung Barat dan Pesisir Barat.

Holiday
#pujorahayu
Spotinstagramble Sumber: https://www.pictadesk.com/hashtag/pujorahayu

Bagi yang tertarik ingin merasakan indahnya wisata ala ini, BUMDes Desa Pujo Rahayu telah menentukan  tarif masuk ;  Rp 5.000 per sepeda motor dan mobil Rp 10.000. Cukup Murah Bukan!  Dengan akses jalan ke atas bukit sudah baik dan membuat andenalin naik bagi yang bawa kendaraan bermotor karena kelokannya yang cukup tajam. Anda belum bisa dikatakan penyuka wisata, kalua belum dating di tempat ini.”Segera Datang ke tempat wisata alam ini, anda dijamin ketagihan selfie”. (Red)

“wAY mIYOS” produk inovatif BUMDES “JAYA BERSAMA” bATURAJA

WAY MIYOS, Produk air Mineral BUMDes Jaya Bersama Desa Batu Raja Kecamatan Way Lima

Way Lima. Satu Produk Inovatif kembali dipersembahkan Desa di Kabupaten Pesawaran. Tepatnya Di Desa Batu Raja Kecamatan Way Lima. Produk yang dimaksud adalah diluncurkannya unit usaha BUMDes berupa produksi air layak konsumsi yang diberi label ” Way miyos” pada louncing Unit Usaha Air Bersih ini beberapa saat yang lalu (10/7/19).Unit Usaha ini berdiri dengan memanfaatkan Sumur Bor yang dibangun melalui Program Pamsimas.

Untuk mewujudkan usaha ini Bumdes telah menggelontorkan dana sebesar Rp 107 juta yang bersumber dari Dana Desa 2018 yang lalu.

Maulana Fajrin ,Direktur Bumdes Jaya Bersama Desa Baturaja, mengatakan pendirian usaha ini memang sengaja dirancang pihaknya sejak tahun 2018 lalu, hal ini guna memenuhi pasokan air bersih bagi masyarakat Desa se Kabupaten Pesawaran,

Produk Kemasan Gelas Way Miyos Baturaja Way- Lima

” Untuk menjaga kualitas Air Minum, BUMDes telah melakukan uji laboratorium di UPTD Balai Laboratorium Kesehatan Provinsi Lampung. Alhamdulillah hasilnya telah memenuhi standar konsumsi air layak minum,” Tegasnya lagi

Amrulloh , Kepala Desa Baturaja berkomitmen untuk mendukung usaha air mineral yang di kelola Bumdes. Sehingga seluruh masyarakat Desa Baturaja akan mendapatkan manfaatnya. Dan Dia juga berharap kedepanya Desa Baturaja akan lebih maju dan menjadi contoh bagi desa- desa lainnya.

” Dengan berkembangnya usaha ini, Saya berharap akan dapat menjadi item penting dalam pemasukan bagi penghasilan Asli Desa ( PADes) dan juga akan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar sehingga akan mengurangi pengangguran terutama bagi masyarakat yang ada di desa baturaja ini,” Tambahnya lagi.

KABUPATEN TELADAN: PESAWARAN KEMBALI RAIH JUARA NASIONAL INOVASI DESA

Kepala Dinas PMD Pesawaran selaku Ketua TIK melakukan ekspose Keberhasilan pelaksanaan Program Inova Desa Kabupaten Pesawaran di Hotel Sulthan Jakarta (03/07/2019)

Jakarta. Sejak dinahkodai Bupati Dendi Ramadhona dan Wakil Bupati Eriawan, Pesona Pesawaran sering menggema di tingkat Nasional. Salah satunya adalah diraihnya kembali prestasi Kabupaten Pesawaran dalam pelaksanaan Program Inovasi Desa (3/7/19) di Hotel Sulthan Jakarta pada acara Evaluasi dan Pengawasan Pelaksanaan PID yang digelar oelh Irjen Kemendesa,PDTT.

Sebelumnya melalui Surat Inspektorat Jendral Kementrian Desa, Desa Tertinggal dan Transmigrasi Nomor 292/PW.00.07/VI/2019 tanggal 19 Juni 2019 tentang Penyajian Keberhasilan Program Inovasi Desa pada Workshop Pengawasan PID 2019 , secara khusus Kabupaten Pesawaran mendapatkan mandat untuk menyampaikan keberhasilannya dalam pelaksanaan Program Inovasi Desa.

Foto bersama: Bapak Menteri Desa, bersama pemenang pelaksana TIK terbaik Nasional

Dalam ajang penobatan Tim Inovasi Kabupaten (TIK) terbaik tingkat Nasional ini Kabupaten pesawaran bersaing dengan lima Kabupaten di wilayah NKRI ini, yaitu; TIK Kabupaten Gunung Kidul Provinsi DIY, TIK Kabupaten Musi Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan, TIK Kabupaten Bombana Provinsi Sultra, TIK Kabupaten Pasangkayu Provinsi Sulbar, dan TIK Kabupaten Bone Bolango ProvinsiGorontaro.

Dalam kegiatan ini melalui Kepmendesa,PDTT Nomor 68 / 2019. Ttg penerima penghargaan tata kelola PID terbaik tahun 2019 akhirnya Pesawaran mendapatkan penghargaan Pelaksana Inovasi desa terbaik pada posisi sebagai Juara Nasional Kedua setelah Kabupaten Gunung Kidul Yogyakarta. Juara Ketiga diraih Kabupaten Musi Banyuasin Sumsel, Juara Harapan I TIK Kabupaten Pasang Kayu – Sulbar , Juara Harapan II TIK Kabupaten Bone Bolango Gorontalo dan Juara Harapan III TIK Bombana Sultra .

Salah satu prestasi gemilang Kabupaten Pesawaran adalah sebagai pada tahun 2018 yang lalu Kabupaten Pesawaran adalah Pelaksana Pertama Bursa Inovasi Desa (BID) se Inodonesia. Pada tahun 2019 Kabupaten Pesawaran dalam pelaksanaan Bursa Inovasi Desa se Provinsi Lampung adalah Kabupaten Pertama yang mengolaborasikan Menu Inovasi Nasional Tahun 2019 dan Menu Inovasi Lokal Provinsi Lampung tahun 2019 . Pun pada tahun 2018 Kabupaten Pesawaran layak untuk menjadi tauladan dalam pemanfaatan Penyedia Peningkatan Kapasitas Teknis Desa (P2KTD) untuk kegiatan pembangunan Desa pada Program Inovasi Desa. Tercatat hanya TIK Kabupaten Pesawaran yang benar-benar memfasilitasi pengembangan P2KT pada PID sesuai aturan program. ada delapan lembaga P2KT di Pesawaran yang siap sedia menjadi patner desa dalam pembangunan.

Ketua TIK Kabupaten Pesawaran, M.Zuriadi menyampaikan bahwa produk Inovasi Desa Kabupaten Pesawaran sejak tahun 2017 yang lalu digulirkan sudah cukup banyak. Tahun 2017 lahir 11 Inovasi Desa, tahun 2018 tercipta 55 Inovasi desa dan tahun 2019 ini direncanakan muncul 11 Inovasi Desa.

“Dari hasil pelaksanaan Bursa Inovasi Desa, sebanyak 130 kegiatan telah diakomodir pada APBDes 2019 yang ttersebar pada 144 desa di Kabupaten Pesawaran. Dengan Inoivasi Desa Pembangunan Desa semakin terarah dan Kreatif.”Tegas Zuriadi menambahkan.

Prestasi yang diraih ini tentunya atas kerjasama dan kerja keras semua pihak. Support dari Tenaga Ahli P3MD, Pendamping Desa, Pendamping Lokal Desa, TPID, dan Dinas PMD Provinsi Lampung dan Konsultan Pendamping Wilayah P3MD Provinsi Lampung sangat menentukan keberhasilan yang diraih.(red)

CEGAH STUNTING,11 kecamatan di pesawaran GELAR pelatihan inovasi psdm

Tenaga Ahli Pelayanan sosial dasar P3MD Pesawaran menjelaskan tentang Konvergensi Penanganan stunting pada Pelatihan Inovasi PSDM di Kec Way Ratai (27/06/19)

Gedongtataan – 11 Kecamatan di Kabupaten Pesawaran telah melaksanakan pelatihan Inovasi Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) bagi Kader Pembangunan Manusia (KPM), dan aparat desa, Pelatihan ini berlangsung pada kurun waktu tanggal 23 Mei 2019 sampai dengan pelaksanaan yang terakhir tanggal 27 Juni 2019.

Narasumber Pelatihan ini adalah KPW II P3MD Provinsi Lampung, Dinas PMD Kabupaten, UPTD Kesehatan Kecamatan dengan fasilitator pelatihan dari Tim Tenaga Ahli Kabupaten P3MD Kabupaten Pesawaran yang sebelumnya telah mengikuti Training of Trainer (ToT) Pelatihan Inovasi PSDM di Jakarta.

Fokus pelatihan ini adalah membahas ; Fasilitasi Konvergensi Pencegahan Stunting di Desa, Peran Desa dalam konvergensi Penanganan stunting, Pengorganisasian Stakholder dalam konvergensi penanganan stunting, Pedoman Umum KPM , Pengenalan Tikar Pertumbuhan sebagai alat deteksi ini stunting dan pengisian scorecard sebagai amanah PMK Nomor 193 tahun 2018 .

Pelatihan Inovasi Pengembangan Sumber Daya Manusia kecamatan marga punduh,, senin,24 juni 2019

Ini sesuai dengan amanah UU Desa, desa berwenang untuk mengurus dan mengatur kegiatan berdasarkan hak asal usul dan kegiatan yang berskala lokal Desa. Selain dua kewenangan desa diatas, desa juga berwenang untuk mengurus dan melaksanakan kegiatan-kegiatan yang ditugaskan oleh Pemerintah dan Pemerintah Daerah.

Nina Citra Ivana, Tenaga Ahli Pelayanan Sosial Dasar (PSD) Kabupaten Pesawaran mengharapkan dengan kegiatan ini desa dapat melaksanakan program stunting melalui kegiatan-kegiatan yang relevan dan berskala desa dengan pembiayaan dibebankan dalam APBDes.

“Kabupaten Pesawan untuk kegiatan pelatihan Inovasi Pengembangan Sumber Daya Manusia adalah Kabupaten Pertama yang merespon cepat dan telah menyelesaikan pelatihan ini se Provinsi Lampung.” Tambahnya.

ADAKAN RAKOR INOVASI DESA, LAMPUNG SIAP KEMBALI MENJADI PIONER TAHUN 2019

pid
Bapak Yuda setiawan.MM, Kepala Dinas PMD Provinsi Lampung menyampaikan sambutan pada apat Koordinasi PID tahun 2019 yang digelar di Hotel Horison Bandar Lampung pada 29 Maret sampai 1 April 2019

Bandar Lampung. Kesiapan Provinsi Lampung untuk menjadi Pioner Pelaksanaan Program Inovasi Desa (PID) patut diacungi jempol. beberapa tahapan kegiatan telah dilaksanakan tahun 2019 ini diantaranya adalah pelaksanaan Rapat Koordinasi PID tahun 2019 yang digelar di Hotel Horison Bandar Lampung pada 29 Maret sampai 1 April 2019. Peserta dalam kegiatan ini adalah Seluruh Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat, Seluruh Dinas PMD Kabupaten, Perwakilan Camat, Perwakilan Pendamping Desa dan Perwakilan Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID) se Provinsi Lampung.

Baca Berita terkait : LAKSANAKAN INOVASI DESA PMD PROVINSI LAMPUNG MOU DENGAN 13 KABUPATEN

Baca juga :LAMPUNG SIAP LAKSANAKAN INOVASI 2019 

Dalam sambutan pembukaan Yuda Setiawan, Kepala Dinas PMD Provinsi Lampung menjelaskan bahwa Program Inovasi Desa (PID) merupakan salah satu upaya Pemerintah untuk mewujudkan agenda Nawacita dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019. PID dimaksudkan untuk meningkatkan kapasitas Desa sesuai dengan Undang-Undang No 6 Tahun 2014 tentang Desa (UU Desa) dalam mengembangkan rencana dan pelaksanaan pembangunan Desa secara berkualitas agar dapat meningkatkan produktivitas masyarakat dan kemandirian ekonomi serta mempersiapkan pembangunan sumber daya yang memiliki daya saing.

“Sejak Tahun 2015 Dana desa telah diberikan ke desa, namun belum dapat menuju simpul pengembangan ekonomi masyarakat desa, sehingga belum terprotret secara nyata pengurangan kemiskinan di desa. Dengan PID ini diharapkan lahir inovasi-inovasi desa yang dapat menjadi sasaran bidik dalam penggunaan dana desa untuk pengembangan ekonomi masyarakat dan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia di desa agar masyarakat desa sanggup berdaya saing, bukan hanya untuk infrastruktur saja”. tegasnya lagi.

I Wayan Gunawan, Kepala Bidang Pemerintahan Desa menyampaikan bahwa selama dua tahun (tahun 2017 dan tahun 2019) Provinsi Lampung menjadi Pioner dalam pelaksanaan Program Inovasi Desa. Tahun 2017 Perdana Bursa Inovasi se Indonesia dilaksanakan di Kabupaten Lampung Timur dan tahun 2018 kembali menoreh pioner pelaksanaan Bursa Inovasi Desa se Indonesia yang dilaksanakan di Kabupaten Pesawaran.

“Prestasi  sebagai pioner pelaksana PID semoga tahun 2019 ini dapat kita toreh kembali. Melalui Rakor ini diharapkan akan ada kesepakatan positif untuk pelaksanaan PID”. Harapnya kemudian. (red)

 

Baca : SAMBUT PID, KPW LAMPUNG BEKALI TENAGA AHLI P3MD

 

“AKAR KAYU” MENJADI HIASAN BERNILAI TINGGI

akarkayu1
Hasil Kerajinan dari Akar Kayu Desa Hanura Teluk Pandan

Ringkasan Umum

Kerajinan ukiran akar kayu di Desa Hanura, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, dipelopori oleh Bapak Budi Purnama, di tengah masyarakat yang tidak memiliki tradisi seni  ukir.  Kerajinan  ukiran  kayu  ini unik,  produknya  seperti;  meja  tamu, meja oshin, kursi tamu, kursi teras dan cenderamata  pada awalnya dibuat dari kayu utuh (gelondongan), tanpa sambungan, penggunaan lem maupun paku, serta memanfaatkan kayu limbah berupa akar dan pangkal pohon.

Motif dan desain produk menyerupai akar-akaran,   sehingga   dinamakan   ukiran akar kayu. Dalam perkembangan berikutnya, sesuai kebutuhan, maka bahan baku yang digunakan tidak sepenuhnya  kayu limbah,  bagian  akar dan pangkal pohon, tetapi juga bagian pokok atau batang kayu.

Tentang dan Latar Belakang Masalah

Desa Hanura di Kecamatan Teluk Pandan Kabupaten Pesawaran merupakan wilayah Pesisir yang memiliki banyak potensi, baik dari manusia maupun alamnya. Salah satu contohnya adalah pemanfaatan akar kayu yang dulu dianggap tidak berharga, kini memiliki eksistensi dalam proses produksi dan konsumsi oleh para pendukungnya. Furnitur akar kayu sebagai produk budaya tentu dapat terwujud melalui sebuah proses dalam tatanan sosialisasi masyarakat pendukungnya.  Industri kreatif di Indonesia didefinisikan sebagai industri yang berasal dari pemanfaatan kreativitas, keterampilan    serta    bakat  individu untuk menciptakan kesejahteraan serta lapangan pekerjaan dengan menghasilkan dan  mengeksploitasi daya kreasi dan daya cipta individu tersebut.   Pengembangan industri kreatif  membutuhkan sekurangnya empat pilar utama yakni resources, technology, human resource dan financial institutions. Kerajinan ukir Pulau Betung termasuk  kategori industri kreatif berbasis sumber daya alam yang memanfaatkan bahan baku natural resources, yakni kayu.

Solusi/Inovasi yang dijalankan

Melihat akan banyaknya sisa-sisa penebangan yang terbuang begitu saja, Bapak Budi Purnama memanfaatkan bonggol  dan  sisa  tebangan  kayu  di  sekitar Desanya, kemudian diolah menjadi barang kerajinan berupa kursi taman, dalam bentuk ukiran yang khas seperti akar belit.  Pada  awal usahanya, Bapak Budi Purnama menggunakan peralatan seadanya, saat ini dia memiliki banyak koleksi ukiran dirumahnya dan menghasilkan uang dari hasil penjualan karyanya.

akarkayu1
Pembuatan Kerajinan dari akar Kayu

Proses/Langkah demi langkah penyelesaian masalah/ tantangan

Pada awal dimulainya usaha  kerajinanan ini Pak Budi Purnama menghadapi tantangan dengan pengenalan hasil karyanya kepada para konsumen, tapi pada saat ini Pak Budi telah tergabung pada sebuah Komunitas Ukir Kayu yang membantunya untuk memasarkan karya tangannya, bahkan Komunitas ini telah mengikuti Pestival sampai Mancanegara yaitu China.

Hasil/Capaian

Dengan adanya pengrajin seperti Bapak Budi Purnama ini dapat membantu Pemerintah Desa dalam bidang pemberdayaan Masyarakat dan memperkenalkan Budaya Nusantara kepada Masyarakat Dunia.

Pembelajaran

Berani ber-Inovasi dan memiliki kemauan yang tinggi serta pantang menyerah akan membuat kita menjadi pribadi yang jauh lebih sukses dari pada sebelumnya, kuncinya adalah TINDAKAN.

Rekomendasi

BUMDesa Desa Hanura serta Kecamatan teluk  Pandan, dan Khususnya Pemerintah Daerah harus lebih memperhatikan segala bentuk potensi Di Lingkungan Pemerintahannya.

INFO:

SEKDES HANURA (0813 6635 9884)