Category Archives: KEGIATAN PPID

KOMITMEN BANGUN DESA, TPID GELAR BURSA INOVASI DESA 2019


Staff Ahli Bupati bidang Pemerintah Hukum dan Politik, Zainal Arifin, SH., MH, Korprov P3MD Lampung, Mashuri,SP, Camat Teluk PAndan, Zulkifli bersama Tim Pendamping P3MD foto bersama pada saat Bursa Inovasi Desa, 27 Mei 2019 di Hanura Teluk Pandan

Hanura. Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID) dari empat (4) Kecamatan Pesisir di di Kabupaten Pesawaran ( Teluk Pandan, Padang Cermin, Marga Punduh dan Punduh Pedada) menggelar bursa inovasi desa  (BID) di Balai Pertemuan Desa Hanura, Teluk Pandan, Senin (27/05/2019).

Iwan Kurnia, Ketua Panitia BID menyampaikan bahwa dalam kegiatan ini diikuti oleh 42 Desa yang yang tersebar pada  4 Kecamatan di wilayah pesisir Pesawaran.

“Tujuan dilakukannya kegiatan ini adalah untuk memfasilitasi masyarakat desa agar bisa memaksimalkan potensi di daerahnya, sehingga kedepannya Dana Desa (DD) dapat bisa dikelola dengan maksimal,” jelasnya lagi.

Staff Ahli Bupati bidang Pemerintah Hukum dan Politik, Zainal Arifin, SH., MH mewakili Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona  secara resmi membuka acara BID, dalam sambutannya berharap bursa inovasi desa ini dapat mewujudkan desa tangguh dan mandiri demi kabupaten pesawaran yang maju dan sejahtera.

” Program Inovasi Desa atau disebut PID (Program Inovasi Desa) merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mewujudkan agenda nawacita dalam rencana pembangunan jangka menengah nasional tahun 2015-2019,” katanya.

“PID dimaksudkan itu untuk meningkatkan kapasitas desa sesuai dengan Undang Undang Nomor 6 tahun 2014 tentang desa, dalam mengembangkan rencana dan pelaksanaan pembangunan desa secara berkualitas”.   Ujarnya menegaskan.

Mashuri, Koordinator Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat (P3MD) Provinsi Lampung mengatakan Bursa Inovasi Desa ini adalah mempromosikan sesuatu  yang sudah diterapkan orang dan  menawarkan akan hal itu, bila desa itu serius mengambil salah satu menu itu, tentunya disesuaikan dengan potensi yang ada melalui pilihan pada kartu komitmen..

“Dengan memilih menu melalui kartu komitmen didalam bursa inovasi desa ini, maka desa harus bersepakat melalui musyawarah desa untuk dapat memasukkankan sebagai kegiatan yang akan di biayai melalui APBDes 2020”. Tegasnya lagi. (red)

PERTAMA SE-LAMPUNG, BURSA INOVASI DESA PESAWARAN AKOMODIR MENU NASIONAL


Drs.M.Zuriadi.MM, Kepala Dinas PMD Pesawaran pada Bursa Inovasi Desa (BID)  di Islamic Center Gedongtataan Sabtu, 27 April 2019

Gedongtataan.  Sabtu, 27 April 2019 Bursa Inovasi Desa (BID) digelar di Kabupaten Pesawaran.  BID ini dilaksanakan di Islamic Center Gedongtataan dengan peserta berasal dari tiga kecamatan; Gedongtataan, Negerikaton dan Tegineneng dengan jumlah peserta 250 orang yang terdiri dari 3 orang dari 54 Desa, Tim Inovasi Kabupaten, TPID,  Camat dan Pendamping dari tiga Kecamatan  di atas.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Pesawaran , M.Zuriadi menyampaikan bahwa BID ini dilaksanakan dalam rangka akselerasi pembangunan Desa. Pelaksanaan Program Inovasi Desa terdiri dari 3 (tiga) komponen utama, yaitu; Pertama,Pengelolaan Pengetahuan Inovasi Desa (PPID), yaitu kegiatan pendokumentasian, penyebarluasan dan pertukaran praktek pembangunan dan pemberdayaan masyarakat yang inovatif dengan tujuan memberikan inspirasi kepada Desa untuk memperbaiki kualitas perencanaan dan pembangunan Desa; Kedua,Penyedia Peningkatan Kapasitas Teknis Desa (P2KTD) agar Desa mendapatkan jasa layanan teknis yang berkualitas dari lembaga profesional dalam mewujudkan komitmen replikasi atau adopsi inovasi, serta perencanaan dan pelaksanaan pembangunan desa secara regular; dan Ketiga, Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM), dimaksudkan agar masyarakat desa-desa memperoleh pengetahuan dan keterampilan untuk peningkatkan akses dan kualitas pelayanan pendidikan dan kesehatan.

Konsultan Pendamping Wilayah II Lampung, Zulkarnain menyampaikan  Bahwa Kabupaten Pesawaran dalam pelaksanaan Bursa Inovasi Desa se Provinsi Lampung adalah Kabupaten Pertama yang mengolaborasikan Menu Inovasi Nasional Tahun 2019 dan Menu Inovasi Lokal Provinsi Lampung tahun 2019.

“Saya berharap ke depan hasil BID ini dapat diakomodir kembali menjadi prioritas kegiatan pembangunan Desa tahun 2020. Selamat melaksanakan Bursa, Selamat Membangun Desa untuk mewujudkan Desa Maju, Mandiri dan Sejahtera”. Tegasnya lagi. (red)

APRIL BURSA INOVASI DESA LAMPUNG DIGELAR

rakorprov
Rapat Koordinasi PID Provinsi Lampung di Hotel Horison, 29 Maret – 1 April 2019.

Bandar Lampung.  Siap mendulang kembali prestasi sebagai pioner pelaksana Program Inovasi Desa (PID) tahun 2019, akhirnya disepakati pelaksanaan Bursa Inovasi Desa se Provinsi Lampung dimulai dan berakhir di Bulan April 2019. Kesepakatan ini lahir pada Rapat Koordinasi PID Provinsi Lampung di Hotel Horison, 29 Maret – 1 April 2019.

Baca:ADAKAN RAKOR INOVASI DESA, LAMPUNG SIAP KEMBALI MENJADI PIONER TAHUN 2019

Dalam diskusi interaktif, I Wayan Gunawan,  Kepala Bidang Pemdes PMD Provinsi Lampung  kembali mereview dua tahun secara berturut-turut menjadi Pioner pelaksanaan PID secara nasional yaitu Tahun 2017 Perdana Bursa Inovasi se Indonesia dilaksanakan di Kabupaten Lampung Timur dan tahun 2018 kembali menoreh pioner pelaksanaan Bursa Inovasi Desa se Indonesia yang dilaksanakan di Kabupaten Pesawaran. Sehingga tahun 2019 ini berharap prestasi yang ditoreh kembali diraih Provinsi Lampung.

“Bapak, Ibu sekalian apakah kita bersepakat akan tetap menjadi pioner dalam pelaksanaan PID tahun 2019 dengan melaksanakan Bursa Inovasi Desa  di Bulan April ini?.” Tanyanya kepada peserta Rapat Koordinasi.

Serentak seluruh peserta yang mewakili masing-masing kabupaten menyatakan “Siap dan Sepakat” untuk tetap menjadi “The Winner” dalam Program Inovasi tahun 2019 ini.

Rusdin.M.Nur,  Koordinator Konsultan Nasional Program Inovasi Desa (KN-PID) menyatakan kebanggaannya di Provinsi Lampung ini. Sudah tidak ada tawar menawar lagi  dalam perencanaan pelaksanaan PID. Berbeda dengan Provinsi lain ketika diberikan rencana kerja tindak lanjut oleh KN-PID masih ada yang menawar masalah waktu.

“Ini tentunya berkat Tim yang kompak di Provinsi Lampung. Saya acungkan jempol untuk Satker Provinsi yang dapat membentuk kerja yang kompak dan dinamis. KPW, dan seluruh Pendamping dari seluruh level di Lampung telah menjadi satu keluarga dengan Dinas PMD Provinsi Lampung”. Tegasnya dengan bangga.(red)

 

LK 21 BERMITRA DENGAN TPID DALAM KEGIATAN REPLIKASI

DSCF6240
LK21 bersama TPID Punduh Pidada dalam kegiatan replikasi inovasi desa (29-30/12)

Punduh Pidada. Dua kecamatan (Marga Punduh dan Punduh Pidada) melaksanakan kegiatan Replikasi Program Inovasi Desa (PID) dengan menggunakan peran Lembaga Konservasi 21 (LK21) sebagai lembaga Penyedia Peningkatan Kapasitas Teknis Desa(P2KTD) Kabupaten Pesawaran tahun 2018 melalui Pelatihan yang dilaksanakan di Punduh Pidada pada tanggal 29–30 Desember 2018.

Tim Pelatih kegiatan ini adalah Ir. Edy Karizal selaku Direktur Eksekutif, Ir. Almuhery (Kordinator Program), Kadar Pramukti, SE, MM,  Sulastri Mytriawati, Amd. Serta Irwansyah sebagai Fotografer dan Dokumentasi.

Sekretaris Kecamatan Punduh Pidada, Usep Abdussomad dalam pembukaan acara menyampaikan bahwa melalui kegiatan pelatihan untuk replikasi 2018 ini agar dijadikan momen tumbuh dan berkembangnya  semangat kemandirian desa dalam membangun desa.

DSCF6277
Direktor Ekskutif LK21Edy Karizal, memberikan paparan terkait pengelolaan hutan mangrove

Menurut Edy Karizal, Direktur LK 21 kegiatan ini diawali pertemuan konsolidasi antara LK21 sebagai P2KTD dengan TPID Kecamatan Marga punduh dan beberapa wakil masyarakat tanggal 22 Desember 2018.

“Pada  saat itulah didiskusikan mekanisme pelatihan dan materi kegiatan replikasi tahun 2018 serta need assesment yang berkaitan penguatan kapasitas pelaku BUMDes dan potensi dan masalah desa lainnya di dua kecamatan ini”.tegasnya.

Pada hari pertama disampaikan materi beberapa hal diantaranya Sekilas tentang LK21, Review tentang BUMDes, Perencanaan usaha melalui teknik PRA (Participatory Rural Appraisal), Analisa Usaha, dan Pembukuan.  Materi lainnya adalah kaitan dengan materi utama replikasi yaitu Konservasi mangrove, pemanfaatan wisata dan juga pengolahan hasil buah mangrove untuk Kecamatan Marga Punduh dan materi replikasi untuk Kecamatan Punduh Pidada yaitu Pemanfaatan batang pisang sebagai potensi usaha, pemanfaatan aliran sungai sebagai potensi wisata desa, dan pemanfaatan biota laut untuk wisata.

Pada tanggal 30 dilakukan kunjungan lapangan langsung tentang potensi mangrove dan juga potensi sungai di Desa Batu Raja Kecamatan Punduh Pidada.

Almuhery Ali Paksi, Koordinator Program LK21 menyatakan bahwa dalam pelaksanaan ini LK21 juga membuat film dokumentasi kegiatan dan potensi desa di 2 kecamatan tersebut sebagai bahan untuk promosi dan juga dokumentasi potensi desa di kecamatan Marga Punduh dan Punduh Pidada. (ra)

EVALUASI KERJA INOVASI DESA, TIK LAKSANAKAN RAPAT KOORDINASI

Gedongtataan. Jum’at (07/12/2018) di Aula Pemda Kabupaten Pesawaran, Tim Inovasi Kabupaten(TIK) menggelar Rapat Koordinasi Program Inovasi Desa(PID) tahun 2018 di Kabupaten Pesawaran. Kegiatan  ini dilakukan dalam rangka memotret sejauh mana pelaksanaan PID tahun 2018 di Bumi Andan Jejama ini .

RAKOR TIK

Asisten 1 Pesawaran, TIK dan Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat pada acara rapat koordinasi TIK Pesawaran906/12/18) di Aula Pemda Pesawaran.

Mewakili Bupati Pesawaran, Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesra,  Drs Syukur menyampaikan bahwa PID yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat selama kurun waktu Tahun 2017 dan 2018, adalah upaya mendorong peningkatan kualitas pemanfaatan Dana Desa (DD) dengan memberikan rujukan inovasi pembangunan Desa serta merevitalisasi peran pendamping dalam pengembangan potensi ekonomi lokal dan kewirausahaan, pengembangan sumber daya manusia serta infrastruktur Desa.

PAK SYUKUR
Asisten 1, Drs Syukur membuka acara RAKOR TIK Kabupaten Pesawaran

“PID merupakan salah satu bentuk dukungan kepada desa agar lebih efektif dalam menyusun penggunaan DD sebagai investasi dalam peningkatan produktifitas dan kesejahteraan masyarakat.PID merupakan salah satu upaya Pemerintah untuk mewujudkan agenda Nawa Cita dalam RPJMN 2015-2019. PID dimaksudkan untuk meningkatkan kapasitas Desa sesuai dengan Undang-Undang No 6 tahun 2014 tentang Desa,” tegasnya .

Kepala Dinas PMD Pesawaran, M.Zuriadi  menjelaskan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 106 peserta yang terdiri dari Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID), Pendamping Desa (PD), Pendamping Lokal Desa(PLD), Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat(TAPM) dan TIK Pesawaran.

“Selain untuk melakukan evaluasi pelaksanaan PID 2018 di Kabupaten Pesawaran, kegiatan ini juga bertujuan untuk merumuskan langkah-langkah pemecahan masalah yang timbul selama pelaksanaan PID. dan juga sebagai media pengendali dankosolidasi rencana Kerja Tindak Lanjut (RKTL) bagi TPID yang bekerja langsung di Desa”. jelasnya lagi. (ra)

SEKILAS TENTANG REPLIKASI

Oleh: Mohamad Fuad (TAU KN-PID)

fuadDALAM tahapan Program Inovasi Desa (PID) Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI, setelah bursa inovasi desa dilaksanakan, dimana di sana terdapat kesungguhan/komitmen kepala desa untuk meniru pengalaman dan praktek inovasi yang telah dilakukan oleh desa dan didokumentasikan serta digunakan sebagai media pembelajaran tingkat nasional. Kesungguhan dan komitmen peserta bursa inovasi desa (BID) ditindaklanjuti dengan replikasi.

Kita sudah sering mendengar istilah replikasi dari berbagai bidang ilmu pengetahuan. Dalam ilmu biologi misalnya, istilah replikasi memiliki makna kemampuan virus memperbanyak diri. Dalam ilmu teknologi informasi, khususnya dalam bidang database, replikasi adalah seperangkat teknologi yang digunakan untuk menyalin dan mendistribusikan data dari satu database ke database yang lain. Dan selanjutnya, mensinkronisasikan antar database untuk menjaga konsistensi.

Untuk itu, bisa diambil makna secara umum bahwa replikasi adalah sebuah proses, cara meniru, serta menduplikasi sesuai dengan keinginan dan kebutuhan demi mendapatkan hasil yang lebih baik.

Bagaimana dengan replikasi yang ada di Program Inovasi Desa? Ketika para perserta BID bersungguh-sungguh ingin meniru terhadap praktek-praktek cerdas dan inovasi, dibutuhkan langkah-langkah kreatif selanjutnya agar lebih meyakinkan terhadap para kepala desa. Pada tahap replikasi ini TPID (Tim Pelaksana Inovasi Desa ) harus memfasilitasi desa-desa agar dalam replikasi ini kartu komitmen masuk dalam RKPDes/ APBDes.

Dalam replikasi, diperlukan koordinasi yang kuat antara TPID, PLD, Pendamping dan TA Kabupaten, untuk memfasilitasi replikasi agar berkualitas. Narasumber yang dihadirkan dalam forum harus sesuai dengan bidang/pilihan kepala desa pada saat bursa inovasi desa. Tentunya narasumber harus menguasai materi, manajemen dan teknis untuk mengarahkan para kepala desa.

Pengalaman pengalaman yang terbaik harus dijabarkan secara detail, termasuk asumsi kegagalannya. Dengan demikian, para kepala desa yakin bahwa pilihan-pilhan yang ada dalam kartu komitmen bisa dijalankan dengan risiko kegagalan sangat kecil. Pengisian kartu komitmen dalam BID, bukanlah pemaksaan namun bersifat penawaran akan praktek praktek cerdas dan inovasi.

Bahkan di sana, para kepala desa diberikan kebebasan untuk mengambil meniru dan memodifikasi praktek-praktek inovatif, melalui pemanfaatan dana desa sesuai dengan potensi desa masing-masing. **

#SalamBerdesa#SalamInovasi.

Perspektif Bursa Inovasi Desa (BID)

Oleh: Mohamad Fuad (TAU KN-PID)

RASA keingintahuan manusia, ternyata menjadi titik-titik perjalanan manusia yang takkan pernah usai. Hal inilah yang kemudian melahirkan beragam penelitian dan hipotesa awal manusia terhadap inti dari keanekaragaman realitas.

bid pk fuad
Mohamad Fuad (TAU KN-PID) Bersama Sekda Kab.Pesawaran saat BID di Pesawaran tahun 2018

Proses berfilsafat, adalah titik awal sejarah perkembangan pemikiran manusia, dimana manusia berusaha untuk mengorek, merinci, dan melakukan pembuktian-pembuktian yang tak lepas dari kungkungan ketidaktahuan.

Banyaknya kebingungan yang dialami oleh para pemangku kepentingan, khususnya yang berkenaan dengan dana desa, kemudian dirumuskanlah sebuah instrument pengelolaan pengetahuan. Di mana pengetahuan pengalaman pihak lain menjadi referensi yang diklasifikasikan menjadi beberapa bidang berdasarkan skala prioritas dalam pembangunan desa.

Melalui perbedaan itulah, kemudian lahir sebuah konsep yang dinamakan Bursa Inovasi Desa (BID). Pengembangan BID terus dilakukan, akan tetapi dari segi waktu perjalanan sebuah program akan ada akhirnya. Oleh sebab itu, dibutuhkan adanya penguatan konsep BID yang berkelanjutan, agar BID menjadi sebuah sikap bagi para pengelola pembangunan desa.

Dengan demikian, akan terjadi konversi nilai dari pengetahuan menjadi keterampilan, serta keterampilan menjadi sikap. Sikap atau sebuah komitmen dalam Bursa Inovasi Desa sebagai model berbagi pengetahuan, sangat penting bagi para pengelola dana desa dalam kondisi sumber daya manusia yang beragam. Sehingga, dana desa netral dari pengaruh energi negatif yang datang dari internal maupun eksternal. Cita cita dana desa yang netral bukan hanya fiksi atau ilusi saja, namun menjadi yang implementatif. Karena di sana nilai-nilai moral yang menjadi pondasinya.

Peradaban sebuah bangsa sangat ditentukan oleh persoalan moralitas dan ilmu. Meskipun keduanya kadang bertolak belakang dan kadang juga berinteraksi satu sama lain. Sama halnya seperti antara pengamat dengan birokrat. Proses analisis atas hakekat mengenai realita BID, yang berkeinginan mempertanyakan nilai dan manfaat yang terdapat dalam BID.

Pengamat selalu memposisikan bahwa inovasi adalah sebuah gerakan natural atas prakarsa/gagasan masyarakat yang tidak perlu dikanalisasi melalui program. Sedangkan para birokrat memandang, inovasi adalah sebuah gerakan yang perlu diodorong melalui program/ proyek yang berkelanjutan.

Namun dari interaksi antara prespektif pengamat dengan prespektif birokrat di beberapa daerah, menghasilkan satu kesatuan yang bersumber pada hakekat BID, yaitu berbagi ilmu untuk menuju desa yang mandiri dan maju. ** 

 

Pelaksanaan BID seluruh Indonesia Sesuai Target

JAKARTA– Capaian progress kegiatan Program Inovasi Desa (PID) Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi RI pada tahun 2018 ini, menunjukan kemajuan yang signifikan. Pelaksanaan PID hingga tanggal 26 November 2018 dinyatakan sesuai target.

IMG-20181127-WA0055
Dirjen PPMD Kemendesa, Taufik Madjid, menghadiri kegiatan BID dan pelatihan Pendamping Desa yang dilaksanakan di Provinsi Maluku Utara beberapa waktu lalu.

Ada beberapa kegiatan yang menjadi agenda PID tahun 2018. Seperti pembentukan Tim Inovasi Kabupaten (TIK) dan penandatanganan MoU TIK dengan Satker P3MD-PID Provinsi. Persentasenya sudah 100 persen. 434 kabupaten se-Indonesia sudah melaksanakan.

Begitupun dengan pembentukan Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID) dan MoU TPID dengan Satker P3MD-PID Provinsi. Sebanyak 6.291 kecamatan juga sudah melaksanakan. Persentasenya 98 persen.

IMG-20181127-WA0054
Dirjen PPMD Kemendesa, Taufik Madjid, menghadiri kegiatan BID dan pelatihan Pendamping Desa yang dilaksanakan di Provinsi Maluku Utara beberapa waktu lalu.

“Kami akui bahwa progress PID tahun ini, semakin menunjukan peningkatan dibanding tahun lalu,” kata Rusdin M.Nur selaku Plt Team Leader Konsultan Nasional PID (KN-PID) Kemendesa PDTT, dihubungi di Jakarta Senin (26/11).

Pihaknya, lanjut Rusdin, mengupayakan agar kualitas pelaksanaan PID di 33 provinsi tetap terjaga. Tidak sekadar mengejar kuantitas saja. Sehingga nantinya, daya dukung PID terhadap penggunaan Dana Desa yang berkualitas, efektif, dan efisien, dapat terwujud. Demikian halnya dengan penguatan kapasitas tenaga pendamping di lapangan, kontribusi PID sangat menentukan. “Output PID dua poin itu. Mendukung kualitas DD, dan penguatan SDM tenaga pendamping,”jelas Rusdin.

Sedangkan kegiatan Bursa Inovasi Desa (BID), saat ini sudah 328 kabupaten yang melaksanakan. Persentasenya sekitar 76 persen. Sementara tingkat partisipasi masyarakat yang menghadiri BID sebanyak 52.478 laki-laki dan 17.417 perempuan. Jumlah desa yang hadir sebanyak 50.546 desa.

Dari 328 kabupaten yang sudah menyelenggarakan BID, sebut Rusdin, total kartu komitmen sebanyak 17.417. Sedangkan kartu ide inovasi 9.554. “Alhamdulillah progress BID sudah 76 persen. Di penghujung November hingga pertengahan Desember nanti, kabupaten yang belum BID segera melaksanakan,”ujarnya sembari memperlihatkan jadwal BID yang tercatat di KN-PID.

DSC_0238
Sambutan Koordinator Program Provinsi KPW II Lampung  pada Bursa Inovasi Desa Kabupaten Pesawaran Tahun 2018

Untuk pelaksanaan kegiatan Penyedia Peningkatan Kapasitas Teknis Desa (P2KTD), juga berjalan bagus. Kegiatannya diawali dengan sosialisasi P2KTD dan orientasi Pokja P2KTD, yang telah dilaksanakan 33 provinsi atau sudah 100 persen. Saat pelaksanaan BID, jumlah personel P2KTD yang hadir sebanyak 412 orang.

Berdasarkan catatan KN-PID, sebanyak 153 kabupaten telah melakukan penetapan P2KTD. Persentasenya 35 persen. Sedangkan personel desa yang telah memanfatkan jasa konsultasi dengan P2KTD sebanyak 4.807 orang. “Kalau P2KTD yang telah memberikan layanan teknis ke desa-desa, belum ada sama sekali. Masih 0 persen,”kata dia.

Menyoal kegiatan peningkatan kapasitas/pelatihan bagi pelaku-pelaku PID, Rusdin mengakui bahwa ada 5 model pelatihan yang dilakukan. Sudah 4 pelatihan mencapai 100 persen, karena 33 provinsi sudah melaksanakan. Ke-4 pelatihan tersebut yakni, pelatihan TAPM (Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat), pelatihan Pendamping Lokal Desa (PLD), orientasi Pokja P2KTD, dan orientasi Pokja PPID.

“Kalau Pelatihan Pendamping Desa (PD), baru 26 provinsi yang melaksanakan. Persentasenya sekitar 78 persen. Kami terus memfasilitasi dan mengawal tahapan kegiatan di seluruh provinsi, supaya jelang akhir tahun sesuai target yang ditetapkan,“komitmen Rusdin. **

Ibu PKK, Penggerak Wisata Mangrove dan Pantai

ft7pcRingkasan Umum

Salah satu potensi alam yang dimiliki Desa Durian ialah Hutan Mangrove. Melihat potensi alam terebut, ibu PKK Desa Durian, mencoba untuk mengelola manajemen wisatanya, dengan cara membenahi kawasan hutan mangrove dan pantai tersebut. Tentunya dengan harapan dapat dikenal oleh khalayak ramai yang nantinya akan menjadi pendapatan asli desa. Selain menambah PAD desa, jika kelak wisata tersebut dikenal luas, maka akan meningkatkan perekonomian mayarakat Desa Durian.

Tentang dan Latar Belakang Masalah

Di Desa Durian Kecamatan Padang Cermin terdapat gejala bahwa potensi SDM kurang dimanfaatkan oleh warga desa. Hasil survei TPID Padang Cermin bahwa memang cenderung banyak potensi yang belum dimanfaatkan secara optimal, Hal ini dikarenakan kurangnya penggerak untuk memotivasi masyarakat desa. Kelompok ibu PKK memiliki peran yang strategis dalam memanfaatkan potensi daerah tersebut. ibu PKK memiliki peran untuk mewujudkan keluarga sejahtera. Peran tersebut dapat diwujudkan melalui memotivasi dan menggerakan masyarakat untuk mengelola potensi desa. Tindakan nyata yang dapat dilakukan ibu PKK antara lain, Memotivasi masyarakat agar tahu manfaat desa menjadi tujuan wisata, Menggerakan masyarakat memelihara hutan mangrove dan pesisir pantai. Dalam upaya mempercepat terwujudnya tujuan pembangunan, Maka pemberdayaan PKK perlu terus ditingkatkan.

ft10pcSolusi/Inovasi yang dijalankan

Ibu PKK Desa Durian berinisiatif untuk mengelola kawasan wisata mangrove dan pantai di desanya agar dikenal oleh wisatawan lokal maupun domestik. Pengelolaan ini meliputi manajemen, perawatan kawasan hutan mangrove dan pantai, hingga mengenalkan ke masyarakat luas melalui media social

Proses/Langkah demi langkah penyelesaian masalah/ tantangan

Saat musyawarah desa ibu PKK mengusulkan kepada kepala desa dan perangkat desa untuk memfasilitasi gerakan atau inisiatif mereka dibidang pengelolaan SDA yg ada di Desa. Desa kemudian memfasilitasi dengan cara melakukan MoU dengan pemilik lahan wisata serta membantu mendanai untuk kegiatan pengolahan tempat wisata. Kemudian ft9pcsetelah itu ibu PKK memulai untuk melakukan kegiatannya, dengan membersihkan lahan kawasan wisata yang dilakukan setiap hari libur. kendala yang di hadapi ibu PKK belum memiliki rumah produki sendiri. Kendala yang dihadapi ialah badan jalan menuju kawasan wisata tersebut kurang lebar, badan jalan kuran lebih hanya 3 meter. Hal ini disebabkan minimnya kesadaran masyarakat, terutama warga yang halamannya dilintasi menuju kawasan wisata tersebut.

Hasil/Capaian

Saat ini masyarakat khususnya kecamatan padang cermin mulai mengenal dan tertarik untuk mengunjungi tempat wisata yang terdapat di Desa Durian, bahkan pelancong dari kabupaten lain pun mulai tahu tempat tersebut serta mengenal Prudes dan Prukades  yg dimiliki Desa Durian.

Pembelajaran

Semangat Ibu PKK, patut dicontoh. Ternyata tidak hanya kaum pria yang dapat mengelola kawasan wisata.

Rekomendasi

Perlu dukungan pemerintah atau instansi terkait untuk mengelola manajemen, Mengembangkan SDM dan SDA yang terdapat didesa sebagai aset penting pemerintah desa

Kontak Informasi

Kepala Desa Durian : FAUZI (085368384787)

Wakil Ketua PKK Desa Durian : SITI HAPSAH (085273362277)

                      

Untuk melihat video inovasi klik link di bawah ini:

Kepala Sekretariat TIK Serius Monitoring TPID

Pesawaran. Dimulai dari Hari Selasa, 13 November 2018 sampai tanggal 21 November 2018 dibantu Tim Tenaga Ahli P3MD Kabupaten Pesawaran, Tim Inovasi Kabupaten Pesawaran pada Program Inovasi Desa (PID) melakukan moniroting kegiatan PID di kecamatan se Kabupaten Pesawaran.

IMG-20181115-WA0023
Destinasi Wisata Desa Durian yang di capture TPID

Walau tidak berjalan sesuai jadwal yang direncanakan, Sekretariat TIK, Rendi Ahades.DP,SE,MM dan Eko Prastyawan,SIP.MIP beserta pengurus TIK dari Dinas Kominfo, Gunadi  Lilik,SE,MM melakukan monitoring kegiatan Pengelolaan Pengetahuan Inovasi Desa (PPID).

Menurut Rendi Ahades, walaupun tidak semua capturing berjalan sesuai harapan, namun beberapa kegiatan capturing ide inovasinya cukup bagus. misalnya kegiatan pemanfaatan lahan kosong untuk destinasi wisata  di Desa Durian Kecamatan Padang Cermin.

IMG-20181115-WA0022
Monitoring capturing Inovasi ” Minyak Atsiri” di Desa Sinar Harapan Kedondong.

“Luar biasa indahnya, tidak kalah dengan wisata di tempat lain. Untuk itu inovasi capturing yang lain harapannya bisa seperti di Padang Cermin ini.”. ujar Rendi menambahkan.

Cipto Adi.P, Kaur Kesra Desa Durian menyatakan bahwa lahan yang dijadikan wisata adalah lahan milik warga yang pengelolaannya bekerjasama dengan BUMDes .

Priyono Sadewo, TA TTG berharap setelah dimonitoring kegiatan capturing bisa lebih berkualitas dan jelas ide inovasi yang diangkat.(ra)